MANADO – Panitia Green Press Community (GPC) yang digagas oleh The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) terus mematangkan persiapan menjelang gelaran besar pada Februari mendatang. Pada Selasa (27/1/2026), panitia GPC melakukan audiensi khusus dengan Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Ahmad Rajafi, M.H.I., untuk membahas kolaborasi strategis terkait isu lingkungan.
Ketua Panitia GPC, Yoseph E. Ikanubun, menjelaskan bahwa agenda tahunan ini merupakan wadah kolaborasi berbagai pihak yang peduli terhadap pelestarian alam. Untuk tahun 2026, Sulawesi Utara terpilih sebagai tuan rumah pertama di luar Pulau Jawa dengan mengusung tema krusial: “Jurnalisme Melindungi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil”.
“Kami menargetkan kehadiran sekitar 100 jurnalis dan pegiat NGO dari seluruh penjuru Indonesia, serta melibatkan akademisi dan mahasiswa lokal di Sulawesi Utara,” ujar Ikanubun dalam pertemuan di ruang kerja Rektor.
Ia juga menekankan pentingnya peran institusi pendidikan keagamaan dalam isu lingkungan melalui konsep Ekoteologi. Menurutnya, visi Kementerian Agama ini selaras dengan misi SIEJ dalam mengawal kelestarian ekosistem.
Menanggapi hal tersebut, Rektor IAIN Manado, Prof. Ahmad Rajafi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para jurnalis lingkungan. Ia menegaskan bahwa IAIN Manado berkomitmen mendukung penuh acara ini, termasuk mengirimkan delegasi mahasiswa dan dosen untuk berpartisipasi aktif.
“Masalah lingkungan di Sulawesi Utara adalah tanggung jawab bersama. Konsep Ekoteologi memang menjadi salah satu pilar fokus kami di perguruan tinggi keagamaan saat ini,” tegas Prof. Ahmad Rajafi.
Pertemuan tersebut ditutup dengan harapan adanya kerja sama berkelanjutan antara SIEJ dan IAIN Manado dalam bentuk forum-forum diskusi lingkungan di masa depan. Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran panitia SIEJ, di antaranya Agustinus Hari, Ady Putong, Julkifli Madina, dan Reza Taliwongso.




