Usia 10-14 tahun adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan rutinitas perawatan kulit.

Uncategorized444 Dilihat

CANTIKA.COM, Jakarta – Banyak dokter kulit, menanggapi tren perawatan kulit yang semakin meningkat akibat hadirnya media sosial, berpendapat bahwa masa remaja awal adalah waktu yang tepat untuk mempelajari dan menerapkan perawatan kulit.

“Remaja usia 10-14 tahun merupakan saat yang tepat untuk mengenalkan perawatan kulit karena pada usia ini anak memahami pentingnya kebersihan dan perawatan diri serta menjadi lebih pengertian, menerima ide perawatan diri,” kata Rachel Westby. , MD, dari Marble Medical.MD, PhD, Dewan Dermatologi Bersertifikat Diposting di Halaman PopSugar pada Rabu, 20 Desember 2023.

Menurut survei terhadap remaja yang dilakukan oleh Pepper Sandler, pengeluaran untuk kategori kecantikan secara keseluruhan meningkat 23 persen dibandingkan tahun lalu, dan khususnya perawatan kulit meningkat 19 persen.

“Anda tidak pernah terlalu muda untuk menggunakan produk perawatan kulit yang tepat pada saat diperlukan,” kata dokter kulit bersertifikat dan merek perawatan kulit remaja BTWN Brooke Jeffy, MD yang berbasis di Scottsdale, Arizona.

Meski tidak ada pedoman universal, para dokter sepakat bahwa tujuan perawatan kulit adalah menjaga kulit tetap bersih dan terlindungi. Itu berarti menggunakan pembersih (dan penghapus riasan malam jika ada), perawatan jerawat asam salisilat atau benzoil peroksida jika diperlukan, pelembab, dan tabir surya.

“Jika seorang remaja memiliki jerawat yang lebih parah, saya sarankan untuk menemui dokter kulit bersertifikat untuk pemeriksaan lebih menyeluruh dan kombinasi produk yang dijual bebas dan dengan resep,” kata dokter kulit Corey L. Hartman. .

Penggunaan serum mewah, masker wajah dan bahan aktif dilarang keras bagi anak di bawah umur. Sebagian besar produk ini memiliki formula kompleks yang penuh dengan bahan-bahan keras yang tidak cocok untuk kulit muda.

Baca Juga  Itu sebabnya Jorge Martin akan bergabung dengan Aprilia untuk MotoGP musim 2025.

Hartman mengatakan remaja tidak perlu mulai menggunakan zat aktif tersebut sampai mereka berusia 20-an. “Remaja tidak perlu menggunakan serum vitamin C, retinoid untuk tujuan antipenuaan, chemical peeling seperti alfa hidroksida, atau kebanyakan toner, serum, dan masker dari Tiktok,” Westbay.

Menggunakan bahan aktif terlalu dini dalam perawatan kulit dapat menyebabkan remaja mengalami berbagai masalah kulit, termasuk iritasi, dermatitis kontak alergi, kekeringan umum, sensitivitas, dan jerawat. Kekhawatiran lainnya adalah peradangan kulit yang terus-menerus dapat berdampak negatif pada kolagen dan mengiritasi pertahanan kulit.

Selain kerusakan kulit, masalah kulit disebut-sebut berbahaya bagi kesehatan mental. Banyak orang dewasa saat ini mengalami kesulitan menghadapi standar kecantikan yang tidak realistis yang ditetapkan oleh industri dan media sosial, kata para ahli.

Ketika begitu banyak anak yang mengadopsi keyakinan ini pada usia muda, hal ini dapat berdampak jangka panjang pada harga diri. “Generasi ini, khususnya, memiliki dismorfia tubuh dan obsesi umum terhadap kulit dan perawatan kulit yang saya khawatirkan pada segelintir pasien saya. Hal ini diperparah dengan meluasnya penggunaan filter pada foto,” kata Westbay.

Niat di balik niat itu penting dan harus dianggap sebagai norma itu sendiri. “Senang rasanya melihat generasi muda memperhatikan kulit mereka, tapi saya ingin mereka melakukannya demi kesehatan mereka secara keseluruhan — bukan karena mereka ingin terlihat seperti influencer atau selebriti favorit mereka,” kata Hartman.

Pilihan Editor: Tips merawat kulit saat liburan di cuaca panas maupun dingin

Hallo sahabat cantik, yuk update informasi untuk para wanita Telegram yang indah

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *