Tujuan penghentian sementara KPU saat pemulihan adalah untuk sinkronisasi data.

Uncategorized130 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaKetua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Hasyim Asy’ari pada Senin menjelaskan alasan penghentian sementara sistem informasi izin ulang atau Sirecap. Hasim dalam konferensi pers di Jakarta menjelaskan, KPU telah menghentikan sistem sinkronisasi informasi antara C-form yang diunggah Sirecap dengan lembaga pemungutan suara atau KPPS di banyak kecamatan.

Hasim mengatakan, penghitungan ulang suara untuk kecamatan yang sudah sinkron informasi antara formulir Sirecap dan C akan segera dilanjutkan. Pak Hasim menjelaskan, pada saat penghitungan suara yang dilaksanakan di tingkat kecamatan, petugas pemilu akan membuka kotak suara dan mengeluarkan hasil formulir C.

Menurut Hasim, Sirecap bukan satu-satunya rujukan hasil pemilu. Sebaliknya, Sirekap digunakan untuk merekonsiliasi data sebenarnya dan data yang dimuat di sistem. “Kalau data yang diunggah dan data sebenarnya tidak sesuai, masyarakat jadi bingung,” ujarnya.

Pak Hasim mengatakan, untuk menghilangkan permasalahan tersebut, pekerjaan restorasi yang telah selesai di tingkat kecamatan akan dilanjutkan dalam rapat paripurna.

Untuk hasil pemungutan suara, kata Hasim, data yang digunakan adalah pencacahan ulang penghitungan suara dalam bentuk salinan C-form. Formulir disimpan dalam kotak suara, yang harus dibawa keluar dan dibacakan pada sidang paripurna.

Han Revanda Putra

Pilihan Editor: Gibran Rakabuming menilai pertemuan Jokowi-Suriya Paloh sudah kehilangan daya tariknya.

klik disini Untuk mendapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Baca Juga  Alasan Ahok dan Saeed Aqeel tak mundur dari komisaris BUMN meski mendukung calon presiden.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *