Tawuran antara dua komplotan pemuda yang bersumpah akan berkelahi di Sarung Bakassi mengakibatkan salah satu komplotan pemuda terkena T-lock dan tewas.

Uncategorized59 Dilihat

TEMPO.CO, bekasi – Remaja 17 tahun berinisial AA meninggal dunia sebuah perkelahian Pertarungan Sarung di Jalan Arteri Tol Sibitung, Sikarang Barat, Provinsi Bekasi, Jumat, 15 Maret 2024. Adu sarung antara dua kelompok pemuda viral di media sosial.

Kapolsek Sikarang Barat Kompol Gurnald Patira saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu 16 Maret 2024, “Korban mengalami luka berat di bagian kepala.”

Gurnald menjelaskan. Perang yang brutal Kejadiannya sekitar pukul 00.30 WIB. Tawuran bermula saat kedua kelompok sepakat adu sarung di Jalan Tol Sibitung.

Kedua pemuda itu bertemu di tempat dan pertempuran sengit pun terjadi. Kelompok korban yang kalah jumlah itu dibalas oleh sekelompok penyerang yang menggunakan petasan.

Namun karena berdekatannya punggung korban dan pelaku MAA yang membawa alat setrum berbentuk T, pelaku MAA mengayun sebanyak tiga kali ke arah kepala korban sehingga menyebabkan kepala korban mengalami luka serius, kata Kapolsek Sikarang Barat. . bekasi.

Korban tergeletak tak sadarkan diri di jalan. Saat kelompok pelaku penyerangan melarikan diri, korban dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar. Sayangnya, korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

iklan

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap lima pelaku, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun bernama depan yang memukul korban dengan kunci T.

“Pasal melawan hukum anak atau ABH adalah penyerangan terhadap seseorang sebagaimana dimaksud dalam hukum pidana pasal 170 ayat 2-3 yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau penyerangan terhadap anak di bawah umur yang mengakibatkan korban jiwa. Gurnald dalam hilangnya nyawa anak itu.

Addie Varsono

Pilihan Editor: Gugatan Aneh, Eks PPLN Kuala Lumpur Masduki: Ada situasi yang patut disalahkan

Baca Juga  Usai penikaman seorang wanita di lobi Central Park Mall, hasil kunjungan pasca psikiatri pelaku disampaikan ke penyidik



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *