Subsidi Pupuk Meningkat di 2024, Apa Kata Pengamat?

Uncategorized577 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – kata Presiden Jokowi beberapa hari lalu Subsidi pupuk Di tahun Akan meningkat menjadi Rp 14 triliun pada tahun 2024. Namun Pengamat Pertanian Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Kuduri menilai langkah tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.

“Tambahan anggaran subsidi Rp 14 triliun itu tak lain hanyalah obat pereda rasa sakit. Sakitnya mungkin hilang, tapi penyakitnya tidak bisa disembuhkan. Kenapa? Karena subsidi tidak menyentuh akar dan inti permasalahan pupuk,” Kuduri katanya dalam keterangannya kepada Tempo, Rabu, 3 Januari 2024.

Menurut Kudari, peningkatan anggaran sebesar itu tidak akan menyembuhkan penyakit tersebut karena pupuk bersubsidi tidak akan mengatasi akar permasalahannya. Kuduri menyoroti permasalahan pupuk bersubsidi bukan hanya terkait keterbatasan anggaran. “Ada berbagai persoalan yang menghambat pemberian pupuk bersubsidi, sehingga program yang sudah berusia lebih dari setengah abad ini belum juga membaik,” ujarnya.

Ia mengatakan, masih banyak kendala lain yang menghambat program pupuk bersubsidi dan sistem subsidi yang dinilai salah. Menurut dia, skema subsidi yang diberikan kepada produsen pupuk berupa subsidi gas sebaiknya diberikan langsung kepada petani. Ia mengkritik skema ini menguntungkan industri dan tidak tepat jika disebut sebagai kebijakan petani.

iklan

Selain itu, Kuduri menegaskan, peningkatan anggaran pupuk bersubsidi tidak serta merta menyelesaikan permasalahan pertanian secara umum. Menurutnya permasalahan di sektor pertanian sangat kompleks dan terdapat berbagai permasalahan seperti permasalahan benih, pinjaman untuk pertanian, keterbatasan air dan lahan, cuaca yang sulit diprediksi, pemisahan pasar dan petani, terbatasnya penyuluhan dan masih banyak lagi yang lainnya. .

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan niatnya menambah alokasi anggaran Subsidi pupuk Di tahun Rp 14 triliun pada tahun 2024 untuk menutupi kekurangan pupuk di lapangan. Namun usulan penambahan anggaran masih memerlukan persetujuan DPR. Kuduri mengatakan anggaran tambahan hanya akan mengurangi biaya produksi petani tanpa memberikan solusi yang tepat terhadap permasalahan sistemik dalam program pupuk bersubsidi.

Baca Juga  BPJS Kerja meluncurkan fitur JMO baru untuk pekerja migran Indonesia

Michelle Gabriella | Johannes Maharso Joharsoyo
Pilihan Editor: Jokowi Naikkan Subsidi Pupuk Rp 14 Triliun Jelang Pemilu 2024, Secara Politik?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *