Suara Kotor Ungkap Pelanggaran Pemilu, TKN Prabowo-Gibran: Buktinya Mana?

Uncategorized261 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPerwakilan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Raqabuming Raqqa, Habiburokman Minta Filmnya Suara kotorFilm dokumenter yang mengungkap berbagai kecurangan dalam pemilu atau pemilu. Habiburokman menolak pernyataan pakar hukum tata negara Bivitri Susanti, salah satu pemeran film tersebut, soal kecurangan pemilu 2024.

Dalam siaran pers di YouTube Prabowo Gibran pada Minggu, 11 Februari 2024, Habiburokman mengatakan, “Tidak disebutkan apa kejadiannya, apa buktinya, bagaimana status pelaporan dan penanganan perkaranya.”

Sebelumnya dalam teaser film besutan Dandi Lacsono ini, Bivtri mengatakan alasan dirinya ingin membuat film ini karena adanya kecurangan yang luar biasa pada pemilu 2024. Ia ingin masyarakat tahu bahwa pemilu kali ini tidak terpikirkan. Dingin.

Sementara itu, Habiburokman mengatakan pembicaraan kecurangan pemilu harus berdasarkan fakta. Misalnya, di Dia mengatakan, ada kecurangan pada pemilu 2019 ketika ada permasalahan duplikat Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang jumlahnya jutaan atau kampanye pemilih asing untuk memilih. Menurut dia, jumlah angka penipuan sudah jelas.

“Bagaimana bisa dia (Bivitri) mengatakan ada penipuan yang luar biasa, kalau satu dua pejabat negara PJ sudah diadili secara hukum atas pelanggarannya?” kata Habiburokman. “Jadi ini hanya spekulasi.”

Film Dirty Vote dirilis pada 11 Februari 2024 di YouTube Dirty Vote. Film Dirty Vote dibintangi oleh tiga pengacara konstitusi yakni Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mokhtar dan Feri Amsari. Mereka telah banyak memberikan informasi dan merinci pelanggaran hukum dan kecurangan dalam pemilu kali ini.

Dalam film berdurasi 1 jam 55 menit 22 detik itu, ada beberapa poin yang disampaikan Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mokhtar, dan Feri Amsari. Diantaranya adalah kasus penipuan dalam penunjukan 20 gubernur negara bagian PJ, tekanan terhadap pengurus desa untuk mendukung calon tertentu, dan penyaluran bantuan sosial atau Bansos yang berlebihan.

Baca Juga  Penetapan MK tentang Batasan Usia Calon Presiden dan Wakil Presiden, Ini Fungsi dan Wewenang Mahkamah Konstitusi.

iklan

Pada Pilpres tahun ini, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, bertarung melawan Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Pasangan ini berhadapan dengan dua pasangan lainnya, Anis Basedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfoud MD.

Kemunculan Gibran menjadi sorotan publik setelah Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, paman Gibran, mengabulkan gugatan calon wakil presiden berusia 40 tahun itu terkait syarat usia. Gibran yang tidak memenuhi kriteria keputusan tersebut bisa saja mengajukan dirinya sebagai calon presiden.

Meski Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi memutuskan Anwar Usman bersalah melakukan perbuatan tercela, namun pendaftaran Gibran tetap dilanjutkan karena berakibat pada perbuatan tercela. Pasangan Prabowo-Gibran didukung oleh Jokowi dan banyak antek-anteknya. Belakangan ini, Presiden Joko Widodo diduga melakukan sejumlah aktivitas politik untuk mendukung Prabowo-Gibra.

Film yang semula dijadwalkan tayang pada pukul 11.00 namun diundur menjadi pukul 11.39 WIB. Namun, sebelum film tersebut dirilis, TKN asuhan Prabowo Gibran sempat menggelar konferensi pers dan menuding film tersebut melakukan pencemaran nama baik.

RIRI RAHAYU | ADIL AL HASAN

Pilihan Editor: Dirty Voice mengungkap penipuan yang dilakukan Jokowi, menyalurkan bantuan sosial darurat, mengerahkan polisi, dan menekan aparat desa.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *