Sesar Sumedang Vs Sesar Cipeles Sebabkan Gempa Sumedang, BMKG: Beda Arah

Uncategorized441 Dilihat

TEMPO.CO, Bandung – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika atau BMKG Dwikoro Karnawati menjelaskan alasannya. Gempa Sumedang Saat ini terdapat sesar aktif yang disebut Sesar Sumedang. Identifikasinya didasarkan pada sebaran episentrum atau pusat sumber gempa utama.

“Dulu Sesar Cipeles yang teridentifikasi pada penelitian sebelumnya oleh Unpad,” kata Dwikorita dalam siaran pers online, Senin, 8 Januari 2024.

Menurut Dwikoro, Sesar Cipeles relatif berarah barat-timur. Sesar tersebut tidak sesuai dengan pusat gempa atau episentrum yang diukur di Sumedang.

“Arah data kita (sesarnya) relatif utara-selatan. Kesimpulannya, ini dua hal yang berbeda,” kata Dwikorita.

Daryono, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, mengatakan gempa Sumedang sangat menarik untuk dikaji karena ukurannya yang kecil sehingga dapat menimbulkan kerusakan pada gempa kota Sumedang. Karena rendahnya intensitas dan pergerakan gempa, tidak mudah untuk mengidentifikasi sumber gempa.

“Apalagi kami tidak mendapatkan fitur apa pun dari hasil survei. Patah atau ubin lantai. “Hal ini membuat sangat sulit bagi kami untuk mengetahui bagaimana kesalahan ini terjadi,” kata Dariono.

Tim peneliti mengandalkan metode geofisika arus utama untuk memperbarui parameter seismik dan mekanisme pembangkitan gempa Sumedang. BMKG hanya bisa menelusuri jalur Sesar Sumedang yang sangat pendek karena magnitudo pembangkit gempa kecil yaitu 4,8.

Kesalahan tersebut terbagi menjadi dua bagian. Mengingat magnitudo gempa di bawah 5,0, maka panjang setiap bagian Sesar Sumedang sekitar 2 kilometer, kata seismolog BMKG Pepen Supendi.

Kesimpulan lainnya, mekanisme pergerakan sesar merupakan gabungan antara sesar mendatar dan ke atas.

Sebelumnya, tim Pusat Survei Geologi Badan Geologi Bandung memaparkan hasil temuan lapangan pascagempa yang melanda Sumedang pada Minggu, 31 Desember 2023. Menurut Sukahar Eka Adi Saputra dari tim, kekuatan gempa besar terkonsentrasi. Desa Babakan Hurip dekat Sungai Sipeles.

Baca Juga  Dengan kemenangan 6-0 atas Brunei, perjalanan timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 masih panjang.

iklan

Berdasarkan informasi yang kami peroleh di lapangan, kami menduga patahan Sesar Cipeles di Sungai Cipeles menjadi penyebab gempa di Desa Babakan Hurip, kata Eka di aula Badan Geologi Bang Bang. pada hari Jumat. 5 Januari 2024

Sebelumnya, menurut BMKG, penyebab gempa Sumedang diduga akibat sesar aktif yang masih belum diketahui. Sedangkan menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Badan Geologi adalah sesar Cileunyi-Tangjungsari.

Pertanyaannya apakah episentrum gempa berada di ujung timur Sesar Sileni-Tanjungsari, kata Ika.

Menurut Ika, sesar Silyun-Tangjungsari terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian barat dan timur.

Anggota tim lainnya, Joko Wahdiono mengatakan, sebagian Sesar Cipeles merupakan sesar aktif berdasarkan temuan di lapangan. Di forum yang sama, “The Sipeles Felt tidak dapat disangkal aktif.

Kerusakan ini terlihat dengan terpotongnya lapisan tanah dan rumah hingga bangunan runtuh.

“Kami berharap apa yang kami ukur di lapangan dapat meyakinkan kita bahwa ini merupakan penemuan yang benar-benar baru dan orisinal bahwa bagian dari Sesar Sipeles itulah yang menyebabkan kerusakan di kawasan Babakan Hurip,” kata Joko.

Pilihan Redaksi: Guncangan kembali mengguncang Sumedang yang terbelah akibat mata air sepanjang tujuh kilometer



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *