Sejarah dan Proses Grebeg Maulud, Makna Gunuga dan Karnaval Prajurit Kerajaan

Uncategorized445 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Setiap Maulid Nabi Muhammad, prosesi Grebeg Maulud Ini menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Yogyakarta dan Solo. Setiap tahunnya Keraton Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta mengadakan tradisi Grebeg Maulud pada tanggal 12 Rabiul Awal, tahun ini jatuh pada tanggal 28 September 2023.

Melaporkan dari budaya.blog.unisbank.ac.idGrebeg Maulud merupakan salah satu tradisi tradisional masyarakat Yogyakarta yang diadakan setiap tahunnya. Grebeg Mawlud diperingati untuk merayakan kelahiran dan warisan Nabi Muhammad SAW.

Grebeg Maulud artinya bentuk syukuran. Keraton Jogjakarta Demi keberkahan kemakmuran yang bisa dinikmati masyarakat. Greybeg Mawlud merupakan salah satu dari tiga greybeg yang rutin diselenggarakan. Dua Grebe lainnya adalah Grebe Kecil dan Grebe Besar.

Setiap tahun orang-orang rela berlari di tengah teriknya hari untuk melawannya Pegunungan Dibagi oleh kastil. gunung Merupakan parade berbagai hasil pertanian yang bisa diperoleh masyarakat secara gratis. saya mengerti Pegunungan Itu pertanda orang akan mendapat keberuntungan. Setidaknya ada enam. gunung Siap. empat gunung Dari Istana dibawa ke Masjid Raya Kauman, sedangkan sisanya dibawa ke Kantor Gubernur DIY dan Istana Pakualaman.

Proses upacara Grebeg Maulud

Grebeg Maulud diawali dengan Myos Gangsa. Setelah itu dilanjutkan dengan Numplak Diamonds. Dalam parade ini, seluruh senjata atau artefak milik keraton dikeluarkan dan dipersiapkan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan prosesi Betak dan Pesowana Garebeg.

Di Pesowanan Garebeg, nasi yang dimasak dibuat menjadi bola-bola kecil saat parade Bitak. Setelah itu, nasi tersebut ditaruh di dalam mangkok besar berbentuk artefak Kanjeng Kya Blawong. Kemudian enam gunung terus dicetak.

iklan

Tradisi Grebeg Maulud diawali dengan iring-iringan abdi dalem berseragam lengkap dengan senjata khusus. Ada pula tentara yang membawa senjata berupa alat musik. Setelah kelompok tentara pertama pergi, tentara berkuda muncul. Setelah itu ada gunungan yang siap dibagikan kepada masyarakat

Baca Juga  Akademisi dari berbagai kampus santer mengkritik, Jokowi: Hak Demokratis.

Sejarah tradisi Grebeg Maulud

Grebeg berasal dari kata. Bea cukaiArtinya perayaan. Sejarah Grebeg merupakan warisan penyebaran Islam di Pulau Jawa yang dimulai dari Sunan Kalijaga dan Raden Pata. Grebeg Maulud memulai dengan menghasut Sunan Kalijaga untuk merebut Tabligh Akbar di provinsi Demak. Sunan Kalijaga berhasil menarik beberapa pihak kerajaan dan masyarakat umum untuk menghadiri acara tersebut.

Acara Grebeg Maulud yang pertama menampilkan pertunjukan musik gamelan dan wayang kulit. Acara yang berlangsung di kampus Masjid Agung Demak Memang inilah media dakwah Sunan Kalijaga. Lakon wayang kulit bercerita tentang nilai-nilai Islam. Acara Grebeg Maulud ditutup dengan makan bersama antara keluarga kerajaan dan rakyat jelata.

Gaya dakwah Sunan Kalijaga berhasil menarik simpati masyarakat. Mereka yang tertarik mempelajari dan memeluk Islam. Tradisi ini dianggap sebagai salah satu metode dakwah yang paling sukses. Alhasil, provinsi lain di Jawa seperti Provinsi Mataram Islam juga menggunakan cara tersebut. Di Yogyakarta, tradisi Grebeg Maulud diperkenalkan oleh Sultan Hamengkubuwono I sebagai raja Mataram pertama.

Pilihan Editor: Tradisi Yogya Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *