PT IMIP membantah berupaya menutup-nutupi informasi soal ledakan smelter nikel Morowali.

Uncategorized417 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaMasyarakat Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) menduga pihak perusahaan berusaha menutup-nutupi kejadian tungku tersebut. pencampur Ledakan terjadi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sehingga membuat para pekerja tidak bisa membagikan foto atau video kejadian tersebut. Hal ini kemudian ditolak PT Industri Indonesia Taman Industri Morowali alias PT IMIP.

Wah, tidak ada yang seperti ini, kata Dedi Kurniawan, Head of Media Relations PT IMIP. waktuSenin, 25 Desember 2023

Sebagai informasi, terjadi ledakan di tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) pada Minggu, 24 Desember pukul 05.30. PT ITSS merupakan salah satu tenant yang beroperasi di kawasan PT IMIP.

13 orang tewas dalam kejadian ini. Jumlah tersebut meliputi 9 orang TKA dan 4 orang TKA atau TKA China.

Selain itu, 46 korban luka-luka. Sebanyak 29 korban luka dirujuk ke RSUD Morrowali, 12 korban dirawat di Klinik IMIP dan 5 korban lainnya dirawat rawat jalan.

Deddy melanjutkan, manajemen PT IMIP tidak pernah mengeluarkan aturan yang melarang karyawan menyebarkan foto atau video kecelakaan. Menurutnya, jika pihaknya memberlakukan larangan tersebut, pekerja pasti akan dilarang membawa dan menggunakan ponsel saat bekerja.

“Buktinya kami tidak melarang karyawan memiliki ponsel di tempat kerja,” kata Dedi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Nasional PBHI Julius Ibrani mengaku mendapat informasi dari para pekerja bahwa perusahaan melarang mereka menyebarkan foto atau video kejadian ledakan smelter tersebut.

iklan

Bahkan ada ancaman dan ancaman dari pengawas ketenagakerjaan, kata Julius melalui pesan WhatsApp. waktuSenin.

Ia mengatakan, kekhawatiran tersebut juga tertuang dalam Perjanjian Perundingan Bersama atau PKB antara pekerja dan perusahaan. Julius kemudian menyampaikan pesan yang konon berasal dari tim perusahaan.

Baca Juga  BMKG: Sebagian wilayah Sumut kemungkinan akan diguyur hujan lebat dalam dua hari ke depan

Damai dan berkah besertamu. Saudara-saudara di grup ini, mohon bantuannya dengan cara menindaklanjuti dan meminta staf untuk menghapus postingan fatalisme di IG Stories dan status WA mereka. Kami harap Anda dapat membantu mengurangi penyebaran informasi tentang acara hari ini. cc Pak @Bapak Irsan Direk. IMIP” pesan itu terbaca.

Ada juga beberapa pesan suara dengan kata-kata kasar seperti “Siapa yang membagikannya? Beri tahu saya! Hei kau!”

Pilihan Editor: Pabrik Peleburan Nikel Meledak, Aliansi Reforma Agraria: Pemerintah Jangan Asal Undang Investor Asing



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *