Presiden Israel dituduh melakukan ‘kejahatan terhadap kemanusiaan’ saat berkunjung ke Swiss

Uncategorized492 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPresiden Israel Isaac Herzog menjadi sasaran tuntutan pidana selama kunjungannya ke Swiss, jaksa Swiss mengumumkan pada Jumat, 19 Januari 2024, bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza sedang dituntut.

Kantor Kejaksaan Federal (BA) telah mengkonfirmasi bahwa tuntutan pidana telah diajukan terhadap presiden Israel, yang menghadiri pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos pada hari Kamis untuk membahas perang Gaza.

“Pengaduan pidana sekarang akan diselidiki sesuai dengan prosedur normal,” katanya dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa ia telah bertemu dengan Kementerian Luar Negeri untuk “menyelidiki pertanyaan tentang kekebalan orang yang bersangkutan.”

Tidak jelas apa keluhan spesifiknya dan siapa yang mengajukannya.

Namun beberapa individu yang tidak disebutkan namanya mengajukan tuntutan hukum kepada jaksa federal dan pihak berwenang di wilayah Basel, Bern dan Zurich atas pernyataan yang diduga dibuat oleh mereka yang berada di balik pengaduan tersebut, yang berjudul “Tindakan Hukum Melawan Kejahatan Terhadap Kemanusiaan.”

Pernyataan tersebut muncul bersamaan dengan kasus Afrika Selatan di Mahkamah Internasional, di mana jaksa menuduh Israel melakukan genosida di Gaza.

Dia menekankan bahwa deklarasi kekebalan dapat dicabut dalam “keadaan tertentu”, termasuk dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan, dan mengatakan “kondisi ini telah dipenuhi dalam kasus ini”.

Sebelumnya, Afrika Selatan meminta hakim ICJ memerintahkan Israel menghentikan serangannya ke wilayah Palestina. Israel mengecam kasus tersebut sebagai kasus yang “menyimpang”.

Israel menanggapi serangan Hamas yang tak henti-hentinya pada tanggal 7 Oktober yang menewaskan sedikitnya 24.762 warga Palestina, 70 persen di antaranya adalah wanita, anak-anak dan remaja, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Herzog mengatakan kepada forum Davos bahwa Israel melancarkan operasi tersebut untuk “membela diri” dan masih mengecam kasus di Afrika Selatan sebagai hal yang “menjijikkan”.

Baca Juga  KPU nyatakan tak lolos syarat ikut Pilkada Jakarta, argumen Dharma Pongrekun ke Bawaslu

“Mereka (Afrika Selatan) mendukung kebrutalan dan kebrutalan yang kita lihat pada 7 Oktober,” katanya seraya menambahkan bahwa Israel prihatin dengan kehancuran di Gaza.

“Kami khawatir. Kami sedih karena tetangga kami sangat menderita,” katanya.

Tapi bagaimana kita bisa membela diri jika musuh kita memutuskan untuk terjun ke dalam infrastruktur teroris dengan ukuran dan cakupan yang luar biasa? dia berkata.

Al Arab

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *