Presiden Indonesia Jokowi mempresentasikan langkah-langkah perubahan iklim pada pertemuan AZEC

Uncategorized284 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta Dalam pidatonya pada pertemuan Asia Zero Emission Community (AZEC) di Tokyo, Senin, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menguraikan berbagai langkah praktis untuk memerangi perubahan iklim.

Siaran pers Sekretariat Presiden di Jakarta mengumumkan bahwa KTT AZEC perdana diselenggarakan di Kantor Perdana Menteri Jepang.

“Setiap negara memiliki strategi transisi energi yang unik dan unik sesuai dengan situasi nasionalnya. Misalnya, Indonesia menerapkan strategi Transisi Energi Berkeadilan Indonesia untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan serta mendorong dekarbonisasi,” komentar Jokowi.

Sebagai negara dengan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk memerangi perubahan iklim; Misalnya, mereka menggunakan hutan bakau sebagai penyerap karbon untuk mencegah deforestasi dan degradasi hutan.

“Saya berharap AZEC mengedepankan pembiayaan inklusif untuk mendukung proyek CCS (Carbon Capture Storage) dan CCUS (Carbon Capture Utilization and Storage) untuk menciptakan kerja sama dekarbonisasi,” kata Jokowi.

Dalam pidatonya, beliau menyoroti pentingnya program keuangan inovatif untuk mendukung transisi energi.

Di tahun Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) memperkirakan dibutuhkan $29,4 triliun untuk keberhasilan transisi energi pada tahun 2050.

Ia menyatakan keyakinannya bahwa pembiayaan berkelanjutan akan membantu penerapan transisi energi, yang pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia juga menegaskan, Indonesia telah mengembangkan berbagai skema pembiayaan yang kredibel dan inovatif seperti pembiayaan transisi energi, obligasi hijau, obligasi syariah ramah lingkungan, dan Pertukaran Karbon Indonesia (IDXCarbon).

Jokowi menegaskan, kerja sama antara pemerintah, swasta, dan perbankan merupakan kunci untuk menyediakan dana yang cukup bagi proyek-proyek prioritas pengurangan karbon dan percepatan transisi energi.

“Pembangkit listrik tenaga panas bumi Muara Labo, proyek sampah menjadi energi Legok Nangka, dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah merupakan contoh proyek prioritas Indonesia,” jelas Agullto.

Baca Juga  Hilang secara misterius, menteri pertahanan Tiongkok sedang diselidiki karena korupsi.

Jokowi berharap AZEC muncul sebagai platform yang mempertemukan negara-negara dan berperan penting dalam penurunan emisi dengan mengambil langkah-langkah praktis.

di antara

Pilihan Editor: San Diego Uno menyarankan perjalanan domestik untuk liburan akhir tahun seiring melonjaknya Covid-19

klik disini mencari Update berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *