Polemik THR untuk Ojol, Alasan Yaz dan Gojek Alasan THR Tak Tawarkan Driver Ojek Online dan Respon SPAI

Uncategorized54 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Gojek dan Grab menolak memberikan THR atau THR Sedangkan bagi mitra pengemudinya, para pengemudi Ojek Online (OJOL) ini tidak dianggap sebagai pekerja dengan perjanjian kerja waktu tetap (PKWT) atau hubungan kerja formal lainnya.

SVP Urusan Korporat GojekRuby W. Purnomo, kata sang pengemudi Ojek Anda tidak mempunyai hubungan kerja seperti PKWT atau PKWTT.

“Tidak termasuk hubungan kerja seperti perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT), perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), dan hubungan kerja lainnya,” ujarnya, Rabu, 20 Maret 2024.

Serta kepala urusan masyarakat menangkap Indonesia, Thirza R. Munusamy mengatakan, THR hanya diberikan kepada pekerja sesuai aturan terkait, bukan kepada pengemudi Joral.

Thirza saat dihubungi Tempo, Selasa, 19 Maret 2024 mengatakan, “Simpan THR bagi pekerja dengan kontrak kerja waktu tetap (PKWT) dan kontrak kerja waktu tidak tertentu (PKWTT).

Namun Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa pengemudi ojek berhak menerima THR sesuai aturan yang berlaku karena termasuk dalam kategori pekerja waktu tetap (PKWT). Namun, Gojek dan Grab mengungkapkan kepada THR bahwa mereka akan mempromosikan Hari Raya sebagai gantinya.

Gojek memiliki program Gojek Swadaya yang memberikan bantuan biaya kepada mitra driver pada periode khusus seperti Ramadhan dan Idul Fitri.

“Sejak tahun 2016, kami telah memiliki program Swadaya GoJek yang bertujuan untuk menekan biaya operasional mitra pengemudi dan dinikmati oleh jutaan mitra pengemudi di seluruh Indonesia,” ujar SVP Corporate Affairs GoJek, Ruby W. Purnomo.

Sementara itu, Grab Indonesia akan memberikan insentif khusus kepada mitra pengemudinya di Hari Raya berdasarkan imbauan Kementerian Ketenagakerjaan.

“Bentuk, ukuran, dan cara pemberian THR bisa berbeda-beda dan disesuaikan oleh masing-masing aplikator,” kata Tirza.

Baca Juga  Peretas Korea Utara dapat mencuri data senjata laser Korea Selatan.

Driver ojol protes

iklan

Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPAI) menolak keputusan Kementerian Ketenagakerjaan yang mengizinkan perusahaan aplikasi ojek online menetapkan kebijakan sendiri terkait tunjangan hari raya (THR) bagi pengemudinya.

Menurut Ketua SPAI Lily Pujiati, hal tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016, THR keagamaan harus dibayarkan kepada pegawai sesuai dengan rata-rata gaji yang diterima pada tahun sebelumnya sebelum Hari Raya.

Dalam keterangannya kepada Tempo, Kamis, 21 Maret 2024, Lilly mengatakan, “THR keagamaan harus dibayarkan kepada pekerja sebesar rata-rata upah mereka sebelum Hari Raya.”

Lilly menegaskan, agar pengemudi ojek online dan kurir membayar THR paling lambat 7 hari sebelum libur Idul Fitri, dan berharap pembayaran dilakukan secara tunai.

SPAI meminta Kementerian Ketenagakerjaan menerapkan kebijakan pembayaran THR sesuai peraturan terkait karena THR yang diberikan kepada pengemudi dan operator ojek online dapat berupa insentif, barang, program diskon, atau manfaat lainnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Indah Angoro Putri menyatakan, pengemudi ojek online telah memenuhi syarat penerima THR mengacu pada surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/2/HK. 04 /III/2024. Meski status kepegawaiannya kemitraan, mereka termasuk dalam kategori pekerja dengan kontrak kerja waktu tetap (PKWT).

Indah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah menghubungi manajemen perusahaan aplikasi ojek online untuk memastikan kebijakan ini diterapkan.

Michelle Gabriella | Savero Arstia Wianto | ANISA FEBIOLA | RIANI SANUSI Putri | Novali Panji | Anissa Fabiola

Pilihan Redaksi: Soal THR Ojol dan Kurir, SPAI: Aturannya jangan diubah dari wajib menjadi anjuran.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *