Pilot Batik Air tertidur selama penerbangan; BPKN menilai hak-hak konsumen telah dilanggar

Uncategorized33 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaKomisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional menyatakan hak-hak konsumen dilanggar jika pilot dan co-pilot terlibat. Batik Air Penerbangan ID-6723 tertidur dalam penerbangan Kendari menuju Jakarta pada 25 Januari. Akibat kelalaian tersebut, sebuah pesawat Airbus A320 terbang di atas Sianjur dan Sukkabumi.

Menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pilot berusia 32 tahun dan co-pilot berusia 28 tahun tertidur saat bertugas dengan 153 penumpang di dalamnya.

Menurut Ketua BPKN Firah Bukhari, 153 penumpang tersebut tidak diberikan hak untuk mencapai tujuan tepat waktu. Dalam keterangan tertulisnya, Senin, 11 Maret, “Hak konsumen telah dilanggar berupa kesalahan waktu kedatangan.”

Penumpang seharusnya hanya berada dalam penerbangan selama 2 jam 40 menit. Namun karena kelalaian awak pesawat, waktu perjalanan diperpanjang menjadi 3 jam 1 menit yang berarti mereka tiba lebih lambat 21 menit dari waktu yang tertera di tiket.

Batik Air menyatakan telah mengambil tindakan disipliner dengan memberhentikan sementara pilot dan co-pilot yang bersangkutan; Dia dikatakan tertidur pada waktu yang sama karena kelelahan.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan memberikan peringatan keras kepada Batik Air. Direktur Jenderal Penerbangan Sipil Kementerian, M Christi Endah Murni, mengatakan: “Kami akan melakukan penyelidikan dan meninjau manajemen penerbangan malam di Indonesia sehubungan dengan risiko kelelahan di Batik Air dan seluruh operator penerbangan.” Pernyataan tertanggal Sabtu, 9 Maret.

Origa 28, salah satu penumpang Batik Air ID-6723, selama penerbangan dalam kondisi normal karena penumpang tidak menyadari pilot dan co-pilot sedang tertidur. Tidak ada kepanikan, katanya saat dihubungi, Sabtu, 9 Maret.

Saat pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Origa dan penumpangnya masih belum mengetahui bahwa pesawatnya telah turun karena belum ada pengumuman dari otoritas Batik Air maupun pihak bandara.

Baca Juga  Harvey Moes jadi tersangka, Sandra Dewey langsung tutup komentarnya

Origa dan penumpang hanya mengetahui bahwa penerbangan Batik Air yang mereka tumpangi terlambat 30 menit. Mereka tidak menyadari bahwa mereka telah melalui peristiwa yang berbahaya dan mungkin berakibat fatal. Origa baru mengetahui kejadian tersebut setelah media memberitakan hasil penyelidikan KNKT pada Sabtu.

Novali Panji Nugroho

Pilihan Editor: Kementerian Perhubungan akan menyelidiki pilot Batik Air yang tertidur di tengah penerbangan

klik disini Dapatkan berita terkini dari Tempo di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *