Peneliti mengatakan bahwa orang yang terlalu optimis rentan mengambil keputusan yang salah

Uncategorized275 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang yang terlalu optimis mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan dan mengalami penurunan fungsi kognitif. Menurut penelitian, orang-orang yang Optimisme Namun menjadi lebih rentan terhadap perilaku berisiko dan tidak mampu bertindak rasional adalah hal yang tidak realistis.

Dampak dari perilaku ini terlihat jelas dalam urusan keuangan, kapan Orang yang optimis Membuat keputusan yang terlalu berisiko dan rentan terhadap masalah investasi dan tabungan.

“Kebutuhan finansial yang cerah dan tidak realistis dapat menyebabkan konsumsi dan hutang yang berlebihan, serta tabungan yang tidak mencukupi. Peluang untuk memulai bisnis yang sukses sangat kecil,” kata Dr. Sekolah Manajemen Universitas Bath Chris Dawson hingga Berita Fox Digital.

Contohnya tabungan atau tabungan. stok foto

Berpikir positif
Studi ini mensurvei 36.000 orang tentang ekspektasi mereka terhadap keamanan finansial dan membandingkannya dengan situasi keuangan mereka saat ini. Kebanyakan masuk dalam kategori tersebut Optimisme Dia mendapat hasil yang sangat buruk. Menurut Dawson, yang terpenting adalah pengambilan keputusan, terutama ketika Anda harus mengambil keputusan sulit.

iklan

“Hal ini harus bisa kita atasi dan penelitian ini menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan kognitif tinggi mengatasi masalah ini lebih baik dibandingkan dengan mereka yang memiliki kemampuan kognitif rendah,” ujarnya.

Orang dengan kemampuan kognitif tinggi menunjukkan keseimbangan antara optimisme dan realisme dalam mengambil keputusan. Dawson mengatakan bahwa konsekuensi negatif dari pemikiran yang terlalu optimis terkait dengan rendahnya kemampuan kognitif. Hal ini juga membantu orang untuk berpikir positif dan membuat keputusan yang sehat.

Pilihan Editor: Penyebab depresi yang tersembunyi sering kali dialami oleh orang-orang yang bahagia dan ceria



Quoted From Many Source

Baca Juga  Gibran Rakabuming, Ketua BEM UI: Kita tidak butuh pemimpin yang sok muda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *