PDIP tak mengusulkan hak bertanya, 3 sekjen partai menyarankan agar pergantian koalisi dimulai.

Uncategorized63 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Tiga sekretaris jenderal partai Koalisi Perubahan mengusulkan agar koalisi mereka menjadi starter. Hak untuk bertanya Di tahun Dugaan adanya kecurangan pada Pilpres 2024 menjadi alasan PDIP, partai yang pertama kali membahas hak bertanya, hingga saat ini belum menyerahkan proses tersebut ke DPR.

Hal itu disampaikan Sekjen Partai. NasDem Hermawi Taslim dari perwakilan dua partai koalisi perubahan lainnya yaitu P.K.S. Sekjen Aboye Bakar Al-Habisi dan Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid usai pertemuan di Nasdaq Tower Jakarta Pusat pada Jumat, 15 Maret 2024.

Pada mulanya, Hermaeus, Koordinasi untuk perubahan PDIP berencana menunggu hingga keluarnya hak menuntut di DPR. Namun, sekretaris jenderal kolaborasi tersebut belum dapat mengidentifikasi jenazah tersebut dengan tanda banteng, sehingga mereka mulai mempertimbangkan opsi lain.

“Sekarang kenapa banyak suara yang bilang (hak bertanya) pelan-pelan? Kami telah mempertimbangkan sebuah opsi yang akan kami laporkan kepada manajemen nanti. Kalau kita saling menunggu kenapa tidak kita mulai saja?” kata Hermawi.

Menurut Hermawi, kekuasaan NasDem, PKB, dan PKS di parlemen cukup memberikan hak bertanya di DPR. Ato Hermawi mengatakan ketiga pihak telah mampu memenuhi syarat yang ditetapkan untuk pencabutan hak meminta.

iklan

Hermawi mengatakan, usulan tersebut akan disampaikan kepada Ketua Umum Partai Koalisi Perubahan yakni Ketua Umum Partai Nasdem Suria Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Presiden PKS Ahmed Syaikhu. Mudah-mudahan minggu depan sudah ada jawabannya, lalu kita bisa ke arah lain, kata Hermawi.

Namun pelepasan hak tagih tetap memerlukan dukungan pihak lain untuk bersaing. Jika hak untuk menuntut perubahan menginspirasi, maka Hermavi menjanjikan. PDIP Pidato tersebut bisa memberikan dukungan ketika dibahas di Paripurna DPR.

Baca Juga  OJK akan memantau ketat 7 permasalahan asuransi pasca pencabutan izin 3 perusahaan

Hermawi pun berhak meminta tanpa dukungan PDIP. “Kami rasional. Jika kami lolos, kami bertiga saja tidak akan menang. Sebaliknya PDIP tidak akan menang kalau berjalan sendiri, ujarnya.

Pilihan Redaksi: Universitas Stanford Tolak Pembangunan Kampus IKN, Hanya Kerjasama Proyek Penelitian



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *