Partai Demokrat berharap DPR AS akan meloloskan paket bantuan keamanan.

Uncategorized186 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Partai Demokrat Amerika Serikat menekan ketuanya Dewan Perwakilan Rakyat AS (Amerika Serikat) Mike Johnson dari Partai Republik ingin menyelesaikan rancangan undang-undang bantuan keamanan yang mencakup lebih dari $60 miliar (Rs. 939 triliun) untuk Ukraina. RUU tersebut disetujui Senat Amerika Serikat pada Selasa 13 Februari 2024, setelah sekelompok politisi Partai Republik memutuskan berpihak pada Partai Demokrat.

Presiden Amerika Serikat Joe Biden Dia mendesak Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk mengikuti tindakan Senat, dengan mengatakan bahwa menunda pengesahan RUU tersebut akan mengakibatkan kerugian.

“Apakah Anda akan membela kebebasan atau akankah Anda berjalan berdampingan dengan teror dan tirani? Apakah Anda akan mendukung Ukraina atau mendukung Putin? “Apakah kita mendukung rakyat Amerika atau mendukung Trump?” Biden berbicara di hadapan anggota Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Sebelumnya, mantan presiden Amerika Serikat itu mengkritik tindakan pemerintahan Biden terkait perang di Ukraina. Trump menegaskan, jika ia menjadi orang nomor satu di Negeri Saudara Sam, ia bisa menyelesaikan masalah ini hanya dalam waktu 24 jam.

Sementara itu, Biden menilai RUU paket bantuan keamanan sudah cukup mendapat dukungan di DPR AS, sehingga Johnson mendesaknya untuk tidak tinggal diam. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengatakan bahwa ini adalah pilihan moral yang kuat bagi Amerika Serikat dan baik bagi keamanan kedua negara.

Namun hingga berita ini dimuat, Johnson masih enggan memenuhi permintaan pendanaan tersebut. Menurutnya, anggota Senat Amerika Serikat harus kembali ke rencana awal jika ingin mengubah undang-undang yang berlaku saat ini jika ingin memasukkan ketentuan keamanan perbatasan yang sebenarnya. DPR AS akan mengevaluasi lebih lanjut persoalan ini.

iklan

Sebelumnya, pada Desember 2023, Amerika Serikat mengumumkan sebuah paket Membantu Tambahan militer untuk Ukraina senilai 200 juta dolar (Rp 3,2 triliun). Menurut pernyataan yang dikeluarkan Departemen Pertahanan AS, dukungan tersebut sangat penting untuk kebutuhan keamanan dan pertahanan. Paket tersebut mencakup kemampuan pertahanan udara tambahan, peluru artileri, senjata anti-tank, dan peralatan lainnya untuk membantu Ukraina melawan Rusia.

Baca Juga  Selain konser Taylor Swift, ada 7 acara seru di Singapura akhir pekan ini.

Sumber: RT.com

Pilihan Editor: Perang Ukraina, Vladimir Putin menawarkan gencatan senjata, dilaporkan ditolak

Ikuti berita terkini Tempo.co di Google News, klik disini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *