Menaker mengatakan masa depan pekerja Indonesia bergantung pada efisiensi dan daya saing.

Uncategorized58 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziah Ia mengatakan, masa depan angkatan kerja Indonesia sangat ditentukan oleh kompetensi dan daya saing tenaga kerja atau pekerja. Ia mengatakan, kedua faktor tersebut berperan penting dalam daya saing negara.

Dalam keterangan resminya pada Rabu 1 Mei 2024, ia mengatakan, “Masa depan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh seberapa kompeten dan kompetitif para pekerja atau pekerja kita.” Hari Buruh Internasional.

Aida memperkirakan masa depan dunia kerja akan penuh dengan dunia bisnis dan industri yang dinamis dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi. Hal ini tercermin dari kondisi saat ini yang sudah memasuki era digital.

Oleh karena itu, saya secara khusus mengajak rekan-rekan atau karyawan untuk terus berupaya meningkatkan keterampilan dan daya saingnya, kata Aida.

Menurut IDA, peningkatan efisiensi dan daya saing pegawai atau pekerja memiliki dua tujuan utama. Pertama, meningkatkan ketrampilan, pengetahuan, kemampuan dan kapabilitasnya sehingga dapat meningkatkan karirnya. Kedua, meningkatkan kompetensi dan daya saing untuk membekali diri dengan berbagai keterampilan dan kompetensi untuk berganti karir.

“Untuk menghadapi peluang kerja di masa depan, terampil saja tidak cukup. Kita perlu memperkuat diri dan meningkatkan kemampuan agar selalu bisa beradaptasi dengan perubahan,” kata Aida.

iklan

Aida mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah mengembangkan berbagai alat untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing pegawai atau pekerja. Sarana tersebut antara lain pelatihan vokasi bagi pegawai atau pekerja melalui program Balai Latihan Kerja Masyarakat (BLK). Sejauh ini Kementerian Ketenagakerjaan telah membangun 8 BLK komunitas untuk serikat pekerja dan pekerja.

“Jumlah ini tentu sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah karyawan dan pekerja kita. Ke depan, kita akan memperluas akses pengembangan keterampilan bagi karyawan dan pekerja kita,” ujarnya.

Baca Juga  Pakar dunia maya menjelaskan mengapa perjudian online sulit diberantas

Selain BLK komunitas, BLK atau Balai Pelatihan Kejuruan dan Produktivitas terbuka bagi pekerja atau pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan dan kompetensinya. Sarana yang diberikan tidak hanya untuk memberikan keterampilan kepada tenaga kerja baru, namun juga untuk meningkatkan ketrampilan dan ketrampilan tenaga kerja yang sudah ada atau pegawai dan pegawai. Ida menyadari alat ini belum cukup untuk menampung seluruh pekerja dan pekerja di Indonesia.

Oleh karena itu, pada tanggal 20 Mei ini, saya mengajak kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan pihak-pihak untuk bahu membahu dalam meningkatkan keterampilan pekerja dan pekerja.

Pilihan Editor: Dampak Letusan Gunung Ruang, 5 Bandara di Sulawesi Tutup Sementara Hari Ini.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *