Megawati mengingatkan penyelenggara pemilu agar bekerja dengan baik, demikian respons KPU dan Bawaslu

Uncategorized572 Dilihat

TEMPO.CO, Denpasar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut. Megawatt Soekarnoputri mengingatkan penyelenggara pemilu 2024 Untuk bekerja dengan benar.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari dan Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Rahmat Bajaja menyambut positif pernyataan Megawati.

“Iya benar komentarnya. Seharusnya KPU bertindak sesuai aturan yang ditetapkan undang-undang. Saat dimintai tanggapannya pada Kamis, 11 Januari 2024 di Denpasar, Bali, Hasim mengatakan, “Dia benar karena KPU dan Bawaslu harus bertindak dengan baik.

Saat ditanya soal Megawati, Hasim mengatakan, dalam sistem baru atau saat itu, Lembaga Pemilihan Umum (LPU) penyelenggara pemilu merasa lebih kuat dibandingkan KPU saat ini, dan tidak punya kekuasaan di luar kendali lembaga lain.

Hasim berbicara tentang pemilihan sistem baru yang diselenggarakan oleh pemerintah saat itu. Di tahun Pada pemilu 1999, ia masih bercampur dengan wakil peserta pemilu dan koordinasi pemerintahan yang akhirnya tidak mampu memutuskan hasil dan diambil alih oleh Presiden BJ Habib.

“Jadi sekarang pemilihan KPU melalui tim Pilpres, setelah keluar 14 nama KPU RI, hal itu sudah dilakukan. Pengujian yang akurat dan tepat Di DPR. Jadi KPU bekerja dengan kontrol yang berbeda-beda, disiapkan Bawaslu, PTUN, DKPP, MA, MK, semua itu untuk mengontrol KPU, jadi sekarang tidak bisa mempunyai kekuasaan lebih dari kewenangan lain, kata Hasim.

Hal senada juga disampaikan Ketua saya minta maaf RI Rahmat Bagja. Ia mengetahui pidato Rahmat Megawati di HUT ke-51 PDIP menggemparkan partai.

iklan

Alhamdulillah bagus. Ini sebagai dukungan bagi penyelenggara pemilu untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan benar. Alhamdulillah kami juga ada sentuhannya, ujarnya.

Baca Juga  Daftar potensi manfaat daun kemangi bagi kesehatan

Komentar-komentar tersebut menjadi peringatan bagi Bawaslu RI untuk lebih mengetahui persoalan pemilu. Rahmat jelas merasa pekerjaan mereka sudah sesuai dengan prosesnya sejauh ini.

Sebelumnya dalam pidatonya di HUT Megawati ke-51 PDIP Di Jakarta, Rabu 10 Januari 2024, pada pemilu kali ini, ia menjelaskan telah beralih dari mementingkan kepentingan rakyat menjadi perebutan kekuasaan.

Melihat situasi politik saat ini, dia meminta KPU dan Bawaslu sebaiknya berbuat baik tanpa berpedoman pada asas Luberjurdil seperti baliho yang ada di pinggir jalan.

“Ketika ada pemilu, hakikatnya adalah ketika masyarakat bisa bebas, leluasa, dan berdaulat mengutarakan hati nuraninya. Jadi, ini kepada KPU, Bawaslu, tolong lakukan tugasnya dengan baik. Saya membaca bahwa ada baliho di jalan-jalan, pemilihan umum yang demokratis, lalu jujur, adil, dan banyak lagi. Presiden ke-5 RI mengatakan, “Tolong jangan memimpin seperti ini.

Pilihan Editor: Megawati mengatakan PDIP kuat bukan karena presiden atau selebritisnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *