KPU Tanggapi Peserta Debat Capres yang Ikut Petisi Balaksumur: Saya Yakin Berperilaku Profesional

Uncategorized263 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua KPU RI Hasim Asiari menanggapi salah satu panelis. Debat capres Ia merupakan orang terakhir yang mengikuti petisi Bulaksumur yang mengkritik pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin. Salah satu yang mengajukan petisi adalah Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM. Perdana Menteri Emeritus Lacsono Ph.D.

Hasim menilai panelis yang mempertemukan calon presiden pada debat kelima atau terakhir adalah individu-individu yang matang dalam berpolitik.

“Saya yakin para panelis adalah orang-orang yang matang dalam berpolitik dan terbiasa bersikap proporsional dalam hal waktu dan tempat dalam menentukan kapan pernyataan akan digunakan atau tidak,” kata Hasim di DPR. KPU RI, Jakarta, Jumat 2 Februari 2024.

Ato Hasim mengatakan, ini bukan kali pertama para panelis ikut serta dalam petisi tersebut. pemilu 2024. Ia menjadi guru besar antropologi hukum Universitas Indonesia pada debat keempat yang sebelumnya mempertemukan calon wakil presiden. Sulistiowati Irianto.

“Salah satu panelis pada debat keempat kemarin adalah seorang guru besar antropologi hukum dari UIA yang juga ikut dalam petisi UIA. Saya kira masyarakat mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya sebagai warga negara, dan kemudian pendapat profesionalnyalah yang memerlukan sebuah forum. untuk mengabdi,” katanya.

Lebih lanjut Hasim menjelaskan, karena pertanyaan yang diajukan para panelis didasarkan pada pengundian pada saat debat, maka mereka tidak dapat mengetahui kepada siapa pertanyaan yang diajukan selama debat tersebut ditujukan.

“Jadi misalnya panelis diberi kesempatan untuk mengusulkan pembuatan soal, tapi tidak diketahui siapa yang menyusun soal, mereka (panelis) sendiri yang tahu. Alasannya apa? Masyarakat tahu, pasangan calon tahu. .Moderator tahu, itu semua diundi, acak, jadi pertanyaan itu tidak bisa berdasarkan siapa.Dan siapa yang menulis pertanyaan ini?

Baca Juga  Amerika diam-diam mengizinkan pengiriman bom dan pesawat tempur senilai miliaran dolar ke Israel.

Hal ini tidak mempengaruhi kualitas argumen

Oleh karena itu, Hasim menegaskan kehadiran panelis yang menyuarakan petisi tidak akan mempengaruhi kualitas perdebatan.

iklan

“Kalau panelisnya 12 orang, tugasnya sama dengan 11 panelis yang menyiapkan 11 pertanyaan pada empat debat sebelumnya. Kalau panelnya 18 pertanyaan, maka hanya digunakan untuk dua bagian, pertama dan kedua. tidak semua pertanyaan akan ditanyakan karena “penggambaran acak. Jadi menurut saya tidak berpengaruh pada kualitas panelis dan kualitas debat,” kata Hasim.

Sebelumnya, beberapa akademisi dari berbagai perguruan tinggi seperti alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Civitas Akademika Universitas Islam Indonesia (UII) telah mengajukan petisi yang mengkritik pemerintahan Jokowi. Dalam pengaduannya, mereka mengangkat persoalan etika dan urusan negara.

Salah satu pemohon, peserta debat kelima, yakni Guru Besar Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UGM, Prof. Perdana Menteri Emeritus Lacsono Ph.D.

Debat kelima tiga calon presiden, yakni Anis Basedan (calon presiden nomor urut 1), Prabowo Subianto (calon presiden nomor urut 2) dan Ganjar Pranowo (calon presiden nomor urut 3) mengenai pendidikan, kesehatan, pekerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, serta jaminan sosial dan inklusi. .

Debat calon presiden akan dimoderatori oleh dua moderator, Andromeda Mercury dan Dwi Anjaya. Saluran televisi yang menjadi pembawa acara debat final adalah TV One, ANTV dan Net TV.

Pilihan Editor: Jelang debat capres, Anis Basedan mengaku tidak fokus pada satu isu saja.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *