Ketua BEM UI: Kita membutuhkan pemimpin muda yang menghormati konstitusi, peradilan, dan supremasi hukum.

Uncategorized440 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI Melki Sedek Huang Pemuda membutuhkan pemimpin muda yang menghormati konstitusi, lembaga peradilan, dan konsep supremasi hukum.

Hal itu diungkapkan Milki pada acara Kebudayaan Nasional di Lapangan Rotunda Kampus UI Depok pada Selasa 7 November 2023 yang menghadirkan pembicara Rocky Gerung, Haris Azhar, Faisal Basiri dan Bivitri Susanthi.

“Kebudayaan kebangsaan itu bukan pelajaran 7 menit, tapi untuk diperjuangkan. Untuk itu kita punya tujuan ya, inilah suara generasi muda di MK dan MK saat ini. ,’ kata Melki, Selasa. .

Banyak pihak yang bertanya mengapa mahasiswa selalu menentang keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi pria berusia 36 tahun itu untuk melanjutkan karir politiknya sebagai wakil presiden.

Jawabannya, bukan karena kita menentang Prabowo-Gibra, bukan karena kita mendukung Anyus-Kak Emin, atau karena kita mendukung Ganjar-Mahfud.

Namun, lanjut Ato Melki, persoalannya adalah bagaimana menjaga konstitusi, demokrasi, dan supremasi hukum yang menjadi pintu gerbang keamanan negara setiap hari atau tahunnya.

“Kita semua adalah anak muda, tidak dapat dipungkiri banyak anak muda yang lahir dalam keadaan yang berbeda-beda, ada yang anak pejabat, anak konglomerat, anak menteri, ada pula anak presiden.

Namun ditegaskannya, tidak semua orang dilahirkan dari didikan yang istimewa, bahkan seringkali dalam kompetisi apapun dan tidak hanya dalam kompetisi politik, ada situasi di mana yang kurang beruntung akan bertarung dengan yang lebih diistimewakan.

“Dan bagaimana negara ini mengatur atau memastikan bahwa dalam keadaan tertentu masyarakat yang kurang beruntung dapat bersaing secara adil dan setara dengan masyarakat yang berbeda kepentingan, jawabannya adalah undang-undang dan konstitusi,” tegasnya.

Baca Juga  Ingatkan Momo untuk tidak menggunakan lagu geisha untuk konser solo, Robbie: Mending mix saja

Karena menurut konstitusi, orang miskin pun bisa bercita-cita menjadi Presiden RI, dan menurut konstitusi, anak-anak nelayan pun bisa bermimpi menjadi pejabat tinggi di republik ini, ujarnya. Indonesia.

“Dalam konstitusi, anak petani, anak buruh, anak fakir miskin, anak wali bercita-cita menjadi pemimpin NKRI.

iklan

Oleh karena itu, konstitusi harus dilindungi sepenuhnya karena merupakan pintu aman bagi masyarakat yang tidak berdarah biru untuk berpartisipasi dalam politik dan pemerintahan.

“Oleh karena itu, Mahkamah Konstitusi menginjak-injak Konstitusi dengan putusan-putusannya, kemudian tidak bisa mempertahankan Konstitusi sepenuhnya. Mahkamah Konstitusi yang seharusnya menjadi pengawal Konstitusi malah menginjak-injak Konstitusi dan kitalah yang seharusnya menentangnya. dengan bangga,” kata Melki.

Menurutnya, yang dilakukan mahasiswa saat ini bukannya berbeda pendapat dengan pemimpin muda, melainkan usianya yang masih muda dan baru 22 tahun.

“Kemarin kalau MK mengizinkan 35 tahun, berarti saya bisa mencalonkan diri sebagai wakil presiden dalam 13 tahun dan sekarang saya harus mencalonkan diri sebagai bupati atau gubernur dulu, sesuai keputusan terbaru MK,” ujarnya.

Ia meyakini hal-hal seperti itu “lebih penting” bagi generasi muda, baik dari segi usia maupun jangka waktunya. Selain mahasiswa mencari pemimpin muda, pemimpin muda juga mencari ide-ide baru untuk memimpin Indonesia.

“Kami bosan dengan orang-orang tua yang berpura-pura menjadi Dylan dan Millia untuk pemilu 2024 dengan mengenakan jeans, sneakers, jaket denim dan setiap hari menghambur-hamburkan anggaran untuk korupsi dan pengadaan barang curian,” jelasnya.

“Kami berusaha menarik 52 persen suara kami dengan berpura-pura menjadi lebih muda, namun kami tidak memiliki dukungan yang jelas terhadap peraturan, kebijakan, dan gagasan mengenai pemuda,” tambahnya.

untuk, Anak muda Kita membutuhkan pemimpin muda, namun yang terpenting adalah pemimpin muda yang menghormati hukum dan konstitusi serta benar-benar melindungi kepentingan generasi muda serta menghormati konstitusi, lembaga peradilan dan konsep supremasi hukum.

Baca Juga  Perusahaan teknologi Australia bergabung dalam pameran perdagangan Asia Tenggara Australia di Jakarta

“Gerbang keamanan kita saat ini, konstitusi, sedang terancam,” kata Pak Melki.

Pilihan Editor: Rocky Gerung dan Haris Azhar menghadiri kebudayaan nasional BEM UI untuk membahas dinasti politik.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *