Kaleidoskop 2023: KPK menetapkan Sihrul Yasin Limpo sebagai tersangka dan melacak aliran uangnya.

Uncategorized424 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi Kementerian Pertanian pada Selasa, 13 Juni 2023. Mereka sudah masuk. Siahrul Yasin LimpoSekjen Kementerian Pertanian Cassidy Subagino dan Direktur Alat Mesin Pertanian Mohamed Hatta.

Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidikan bermula dari laporan masyarakat. Lalu dia berkata: Komisi Pemberantasan Korupsi Melakukan pembekalan dan penyidikan lainnya terhadap pelapor dan pihak lain untuk menggali informasi guna menemukan unsur pidana dalam perkara tersebut. “Penyidikan di kementerian ini sudah lama kita lakukan, setidaknya kalau kita lihat proses penyidikannya dimulai awal tahun 2023, artinya hampir 6 bulan,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikri di kantornya di Jakarta, Jumat. Kamis. 15 Juni 2023

Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) telah meminta keterangan puluhan orang hingga sampai ke pokok perkara. Menurut Ali Fikri, KPK mendapat informasi dari penjelasan tersebut yang akan menjadi bukti jika kasus ini nantinya dilimpahkan ke tahap penyidikan.

Sementara pengusutan tindak pidana korupsi yang dilakukan Kementerian Pertanian terus dilakukan, Komisi Pemberantasan Korupsi terus memanggil hingga 49 pejabat untuk diperiksa. Berdasarkan analisis tersebut, jika ditemukan tindak pidana dan seseorang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, maka komisi antirasuah akan segera meningkatkan penyidikan ke tingkat penyidikan.

KPK menginginkan rumah dan kantor SYL

KPK mengeluarkan surat perintah penggeledahan dan menetapkan Syahrul Yasin Limpo sebagai tersangka pada 26 September atau dua hari sebelumnya, saat melakukan penggeledahan di rumah dinasnya. Dua anak buah Siahrul Yassin Limpo, Sekjen Kementerian Pertanian Kasdi Subagino, dan Direktur Alat Mesin Pertanian Mohamed Hatta didakwa dengan dakwaan yang sama.

Selang tiga bulan kasus tersebut, rumah dinas SYL di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan digeledah pada Kamis, 28 September 2023. Kemudian kantor Cyrul di Kementerian Pertanian digeledah siang tadi, Jumat 29 September 2023. “Di kantor Kementerian Pertanian dan proses penggeledahan masih berjalan,” kata Juru Bicara KPK Ali Fikry siang tadi, Jumat, 29 September 2023.

Baca Juga  Honda Wahana Mudik 2024 Punya Bale Santai Saat Lebaran

Dalam penggeledahan malam hingga pagi hari, tim penyidik ​​KPK membawa benda berbentuk kotak dan memasukkannya ke dalam mobil. Dalam siaran pers Ali Fikri, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap uang Rp 30 miliar ditemukan di beberapa amplop. KPK menduga sebagian uang itu diperoleh dari pegawai terkait promosi dan mutasi Kementerian Pertanian.

Saat penggeledahan, Syarul Yasin Limpo sedang tidak ada di rumah dan sedang mengunjungi model rumah kasa hortikultura di kawasan Almeria, Spanyol. Sehari sebelumnya, mereka telah bertemu dengan direktur jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian.

Terkait proses pengumpulan bukti-bukti kegiatan pemeriksaan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi juga memeriksa kantor Kementerian Pertanian. Dari situ ditemukan beberapa dokumen yang bersifat rahasia dan diduga dimusnahkan. “Kami menghimbau kepada pihak-pihak di Kementerian Pertanian RI dan instansi terkait lainnya untuk tidak menghalangi atau menghambat proses penyidikan tim penyidik ​​KPK,” kata Ali. Baru-baru ini, hal tersebut diberitakan kuasa hukum Syahrul Yasin Limpo, Fabri Dianyah C.S.

Sementara itu, uang tunai puluhan miliar dan 12 senjata berbeda ditemukan dalam penggeledahan di rumah tersebut. Senjata-senjata ini termasuk Smith & Wesson (S&W), Walther, Tanfolio, dan lainnya. Senapan tersebut diserahkan ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan penyidikan bekerja sama dengan Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya dan Badan Intelijen Keamanan Polri.

KPK menangkap Siahrul Yasin Limpo

iklan

KPK menangkap tiga tersangka dugaan korupsi Kementerian Pertanian pada Jumat, 13 Oktober 2023. Selain Siahrul Yasin Limpo, yang ditangkap dua hari lalu adalah Mohammed Hatta dan Kasdi Subagio. Mereka dijerat Pasal 12 Huruf E dan 12B UU Tipikor juncto Pasal 55 Pasal (1) ke-1 KUHP.

Menurut Alexander Marwata, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Sihrul Yasin Limpo telah mengambil kebijakan di Kementerian Pertanian, termasuk menerima dana dari Departemen Sipil Negara. Hal itu dilakukan Siahrul Yasin Limpo pada tahun 2020 hingga 2023, menurut Alexander.

“SYL memerintahkan KS dan MH untuk menarik sejumlah uang dari eselon I dan eselon II melalui transfer tunai, transfer rekening, dan hadiah berupa barang dan jasa,” kata Alexander di KPK Merah Putih. Pembangunan, Jumat 13 Oktober 2023.

Baca Juga  Timnas Argentina Selesai Uji Coba dan Siap Berlaga di Copa America 2024, Apa Kata Lionel Messi?

Sebagai bukti permulaan, panitia antirasuah menyebut SL, KS, dan MH menerima dana senilai 13,9 miliar birr. Laporan tersebut tak sebanding dengan hasil penggeledahan KPK yang dilakukan pada 28 September 2023 di rumah dinas SYL yang menghasilkan uang sebesar Rp 30 miliar dan valas.

Arus kas ke partai Nasdaq

Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan Sihrul Yasin Limpo menggunakan uang miliaran rupee lagi untuk umrah di Tanah Suci. Tak hanya itu, ada juga dugaan aliran dana ke Partai Nasdaq. “Juga ada pesanan SL senilai miliaran rupiah yang menyasar kepentingan Partai Nasdaq,” kata Alexander.

Alexander mengatakan akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK untuk mengkaji temuan tersebut.

Siahrul Yasin Limpo diduga memberikan sumbangan kepada partainya. Antara lain asistennya, Panji Harjanto yang saat ini menjabat Asisten Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, menerima Rp 81,2 juta dari Egardo. Pernyataan itu berbunyi: “Bayar Nasdem, Danplek, dan Wadanplek. Selain itu, Karina, Bagian Keuangan Kementerian Pertanian, disebut sudah dua kali mentransfer uang ke rekening Bank Mandiri Fraksi Partai Nasdem. Transaksi pertama dengan keterangan, “Sumbangan Wisuda 5 DPW NasDem” 24,9 juta pada 7 September 2020. Karina pun disuruh mentransfer sekitar Rp 75 juta ke rekening Bank Mandiri Fraksi Partai NasDem. 6 April 2021 dengan caption “BANTU SYAHRUL YASIN LYMPO”.

Bendahara umum partai Nasdaq, Ahmed Sahroni membantah pihaknya menerima uang sebanyak tiga kali dari Kementerian Pertanian yang disebutnya terkait kasus korupsi Siahrul Yasin Limpo. Sahroni mengatakan permintaan donasi itu tidak benar.

“Nah, kalau masuk Partai Nasdem harus ke bendahara. Kalau mau dukungan resmi langsung ke bendahara partai,” kata Sahroni saat konferensi pers di Menara NasDem, Sabtu, 14 Oktober 2023.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *