Jika Narendra Modi memenangkan pemilu di India, dia akan memprioritaskan reformasi ketenagakerjaan

Uncategorized157 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Partai Bharatiya Janata (BJP) mengonfirmasi kepada Perdana Menteri India pada Selasa, 13 Februari 2024. Narendra Modi Jika ia memenangkan pemilu mendatang seperti yang diperkirakan, reformasi ketenagakerjaan mungkin menjadi prioritas. Amandemen tersebut telah disetujui oleh Parlemen pada tahun 2020.

Jajak pendapat memperkirakan kemenangan partai nasional Modi, BJP. Pilihan Mei 2024 dengan mudah. Sementara itu, pihak oposisi kesulitan menyatukan suaranya.

Modi mengatakan pekan lalu bahwa ia akan mengambil keputusan besar minggu depan untuk mengentaskan kemiskinan dan mempercepat pembangunan ekonomi. Namun, dia tidak merinci lebih lanjut bagaimana cara mencapai tujuan tersebut. Dia mengatakan bahwa jika India memenangkan pemilu, negara ini akan bangkit dari ekonomi terbesar kelima menjadi ketiga terbesar di dunia.

Kedua parlemen India menyetujui undang-undang ketenagakerjaan yang baru pada tahun 2020, namun undang-undang tersebut belum diterapkan menyusul protes yang dilakukan oleh serikat pekerja terhadap penyederhanaan ketentuan perekrutan dan pemecatan serta pembatasan terhadap serikat pekerja.

Namun pemerintahan Modi telah menggabungkan 29 undang-undang terpisah dengan empat undang-undang ketenagakerjaan untuk memastikan lebih dari 500 juta pekerja di India mendapatkan upah minimum, yang sebagian besar menerima jaminan sosial.

“Peraturan ketenagakerjaan perlu diberitahukan. Ini penting, kami akan melakukannya,” kata juru bicara BJP Gopal Krishna Agarwal, merujuk pada pengumuman resmi yang mengumumkan kinerja mereka, “Reformasi berkelanjutan diperlukan untuk menjadi kekuatan ekonomi dan mengambil kepemimpinan global.”

Harbhajan Singh, sekretaris jenderal serikat pekerja Hind Mazdoor Sabha, mengatakan partainya akan menentang segala upaya untuk menjadikan undang-undang ketenagakerjaan India sebagai “pemberi kerja, bukan pemberi kerja”.

“Kami memahami bahwa mereka menunggu pemilu selesai untuk menerapkan hal ini,” katanya. Namun dalam beberapa hari mendatang, tindakan anti-pemerintahSeorang buruhDia berkata.

Baca Juga  Francesco Bagnaia dan Jorge Martin semakin kurus untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2023.

iklan

Reuters

Pilihan Editor: Analis Gordon Laforge menilai ada calon presiden yang mengancam demokrasi Indonesia

Ikuti berita terkini Tempo.co di Google News, klik disini



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *