Hasto PDIP menilai penurunan baliho Ganjar-Mahfud di Bali sebagai diskriminasi

Uncategorized467 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Sekretaris Utama PDIP Hasto Kristiyanto menyikapi pengurangan baliho dan fitur partai di Ganjar-Mahfud MD di Bali. Hasto Cristiano menilai pengurangan baliho dan fitur partai merupakan diskriminasi politik.

“Hal ini mendapat respon luas dari masyarakat, apalagi sebelum Pak Presiden mengumpulkan PJ dan memberikan arahan yang berbeda-beda kepada seluruh pejabat gubernur untuk menjalankan tugasnya dengan maksimal. Tapi ada kejadian yang terjadi di kita. Karena bias. politik, tidak perlu berkomentar,” kata Hasto Cristiano pada Rabu, 1 November 2023, katanya saat ditemui usai menghadiri pertemuan Kelompok Pemenang Ganjar-Mahfud (TPN GM) di Gedung High End Menteng, Jakarta Pusat.

Penurunan ini, kata Hasto, melemahkan rasa keadilan dalam demokrasi. Sebab, fitur tersebut dipasang karena PDIP dan pasangan calon merupakan peserta pemilu yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tuan papan reklame Ganjar-Mahfuditu turun dan mencederai rasa keadilan,” kata Hasto Cristiano

Hasto mengatakan, respon masyarakat luas akan semakin menguatkannya. Penyalahgunaan kekuasaan Hal ini tidak dapat dilakukan dalam iklim demokrasi yang baik. Ditanya apakah ada kaitan antara berkumpulnya para kepala daerah dengan pengurangan baliho, Pak Hasto mengatakan ada hal yang tidak boleh berlebihan.

“Kami mendengarkan segala dinamika yang berkembang. Oleh karena itu, hal-hal yang berlebihan tidak boleh dilakukan, apalagi jika sifatnya bias. Namun sebaliknya adalah munculnya gerakan pemilu yang adil,” kata Hasto Cristiano.

iklan

Hasto Jokowi pun menjawab pertanyaan terkait isu netralitas yang dilontarkannya saat bertemu dengan para pejabat kepala negara.

“Iya, setelah itu kita lihat ada yang ngomong. Itu penurunan baliho, penurunan bendera PDP, lalu munculnya pajangan besar-besaran bendera dan simbol partai lain, itu menimbulkan kecurigaan,” kata Hasto.

Baca Juga  Dua sandera tewas dalam serangan Israel di Gaza

Hasto menilai masyarakat cerdas dan merupakan alat yang berguna untuk itu. pemilu 2024 Agar adil. “Secara demokratis, tanpa Penyalahgunaan kekuasaan. “Suara itu berasal dari masyarakat, bukan dari PDI Perjuangan. Kami hanya menjaring suara itu,” kata Hasto.

Pilihan Redaksi: Baliho Ganjar-Mahfud Dicopot di Bali, Politisi PDIP: Tanda Pemilu Tak Akan Adil



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *