Harkristuti Harkrisnowo dan Guru Besar UI serta Civitas Akademika Jokowin Tech, Ini Profil Ketua DGB UI

Uncategorized275 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (DGB UI) Harkristuti Harkrisnowo Bersama civitas akademika UIA, mereka mengungkapkan keprihatinan dan ketakutannya akan hilangnya sistem hukum dan demokrasi menjelang pemilu 2024.

Kritikan ini dilontarkan menyusul pernyataan sikap yang diberikan akademisi dan guru besar Universitas Gadjama Mada (UGM) kepada Presiden Joko Widodo atau Presiden. Jokowi. Harkristuti Harkrisnowo Siapakah itu?

Seperti diketahui, Profesor Tuti mengatakan, dalam lima tahun terakhir, khususnya menjelang pemilu 2024, partainya terpanggil untuk menabuh genderang, membangkitkan harapan, dan memulihkan sistem demokrasi negara. Menurutnya, Indonesia seolah semakin lepas kendali karena korupsi, nol moral, supremasi budaya, dan terkikisnya keaslian negara dalam perebutan kekuasaan.

“Sivitas akademika UI prihatin dengan hilangnya supremasi hukum dan demokrasi. Kemudian, hilangnya etika pemerintahan dan sosial, khususnya korupsi dan nepotisme, telah melakukan dehumanisasi dan merampas hak-hak kelompok miskin dalam bidang pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan hak-hak masyarakat miskin. dan akses terhadap keadilan.” Gedung Rektorat UI, Depok, Jumat, 2 Januari 2024 Polsek.

Profil Harkristuti Harkrisnowo

tersebut Hukum.ui.ac.id, Prof. Dr. Harkristuti Harkrisnowo, SH MA. Beliau merupakan seorang Badan Hukum kelahiran 25 Januari 1956 di Bogor, Jawa Barat. Ia dikenal sebagai sosok yang sangat konsen terhadap permasalahan Hak Asasi Manusia (HAM). Namanya pun tersebar di dunia akademis hukum.

Ia bahkan menjadi dosen tamu di universitas luar negeri. Antara lain, beliau mengajar di Panastra University Law School di Kamboja, Beijing University di Tiongkok, University of South Carolina Law School di Amerika Serikat, dan menjadi peneliti di NUS Law School di Singapura.

Harkristuti meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum UI. Ia memperoleh gelar Master of Arts di bidang Kriminologi dan Pemasyarakatan dan Doktor Filsafat di bidang Peradilan Pidana dari Sam Houston State University. Ia kemudian menjadi dosen di UI sejak tahun 1981. Saat ini, Profesor Tutti menjadi dosen universitas terpopuler di Tanah Air sejak tahun 2002.

Baca Juga  MTI: Dalam 10 tahun terakhir, kecelakaan kereta api seperti yang terjadi di Sikalengka jarang terjadi

Selain mengajar hukum pidana dan kriminologi, Prof. Harkristuti merupakan dosen dan penggagas mata kuliah hak asasi manusia dan metode penelitian hukum empiris. Selain melakukan penelitian di bidang hukum pidana, kriminologi, sistem peradilan pidana dan hak asasi manusia, Prof. Harkristuti fokus pada isu perempuan, anak dan pembangunan hukum nasional.

Di UI, Harkristuti menjabat sebagai Ketua Guru Besar sejak tahun 2015. Beliau juga pernah menjadi Ketua Senat Akademik UI (2006) dan Ketua Program Doktor FHUI (2005). Sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua Senat Akademik FHUI (2005), Anggota Senat Akademik FHUI (2005-2014), dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FHUI (1990-1993).

Harkristuthi mendapat banyak kepercayaan dari pemerintah Indonesia selama menjalankan tugas akademisnya. Ia diberi tanggung jawab mengawasi pejabat pemerintah di bidang hukum dan hak asasi manusia. Posisi yang dipegang di pemerintahan:

– Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Dirgen) (2015).

iklan

– Kepala Badan Pembangunan Manusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (2014).

– Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (2006-2014).

– Anggota Komisi Hukum Nasional Republik Indonesia (2000-2001).

– Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (2000-2007).

– Pekerja ahli dan anggota Persatuan Ilmu Hukum (1991-1998).

Selain itu, Harkristuty Harkrisnowo banyak terlibat dalam Panitia Seleksi atau Pancel di beberapa lembaga. Diantaranya menjabat sebagai Pancell Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebanyak 5 kali, Pancell Komisi Yudisial sebanyak 4 kali, Pancell Komite Nasional HAM sebanyak 2 kali, dan Badan Perlindungan Saksi dan Korban sebanyak 4 kali.

Profesor Tutti telah berpartisipasi dalam Komite Ombudsman, Komite Kantor Kejaksaan, Komite Hak Asasi Manusia Antarpemerintah SAAN dan Komite Tetap Independen Hak Asasi Manusia Organisasi Kerja Sama Islam.

Baca Juga  Kasus orang melompat keluar dari Rusun Teluk Intan sudah berkali-kali terjadi.

Harkristuti Harkrisnow Pada tahun 2017, ia diakui sebagai pendiri Pusat Sumber Daya Hak Asasi Manusia ASEAN. Kemudian pada tahun 2018 diangkat sebagai Ketua Tim Komite Akreditasi Internasional Program Sarjana FHUI dari ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA).

HENDRIK KHOIRUL MUHID | Ricky Juliansiah

Pilihan Redaksi: Banyak Akademisi dan Guru Besar “jewer” Jokowi, Kampus Mana?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *