Gibran Rakabuming, Ketua BEM UI: Kita tidak butuh pemimpin yang sok muda

Uncategorized503 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Melki Sedek Hwang, calon wakil presiden. Gibran Rakabuming Raka tidak mewakili masa muda. Menurut Wali Kota Surakarta, mereka mendapat manfaat dari keputusan Mahkamah Konstitusi tentang batasan usia calon presiden dan wakil presiden.

Katanya, “Kalau mau menganggap pemuda hanya sebagai usia, tidak ada perubahan usia dalam putusan MK, tinggal 40 tahun lagi.” Kantor (LBH), Jalan Pangeran Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 1 Desember 2023.

Ato Melki mengatakan, meski putusan MK tidak menguntungkan generasi muda, namun justru menguntungkan putra Presiden Joko Widodo atau Gibra. Jokowi. Pada tahun 2023, Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90 justru menambah syarat bagi generasi muda untuk mampu memimpin, ujarnya.

“Jadi harus jadi kepala negara dulu,” ujarnya.

Dalam putusan Mahkamah Konstitusi, kata Pak Melki, tidak ada satu kata pun yang menunjukkan diskriminasi terhadap generasi muda.

Keputusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 memberi wewenang kepada Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi calon wakil presiden melawan Prabowo Subianto. Mahkamah Konstitusi dalam putusannya menyebutkan, seseorang yang berusia di bawah 40 tahun dapat menjadi calon presiden atau wakil presiden sepanjang ia terpilih melalui pemilihan umum.

Ketua Mahkamah Konstitusi menilai keputusan ini kontroversial Anwar Usman Dia adalah menantu Jokowi sekaligus paman Gibran. Belakangan, Anwar dicopot dari jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi setelah dinyatakan melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik.

Minta generasi muda tidak kecewa dengan pencalonan Gibran

Melki menyampaikan tiga hal agar generasi muda tidak boleh tersinggung jika memikirkan Gibran sebagai calonnya. Pertama, katanya, pemuda tidak hanya membutuhkan pemimpin. Jimoy. Kedua, tidak diperlukannya seorang pemimpin Gimmick Dan berpura-pura menjadi muda. Berikutnya, generasi muda tidak membutuhkan pemimpin yang menghancurkan hak-hak yang dimilikinya dekat dengan demokrasi dan institusi hukum.

Baca Juga  Francesco Bagnaia dan Jorge Martin semakin kurus untuk Kejuaraan Dunia MotoGP 2023.

iklan

“Jadi anak muda yang mau memilih, pilihlah yang benar,” kata Melki. “Lebih baik jika kamu tidak memilih.”

Menanggapi pertanyaan apakah Gibran tidak mewakili suara anak muda yang menyatakan akan memperbaiki demokrasi di masa depan, Pak Melki mengatakan, masalahnya bukan siapa yang akan terpilih sebagai presiden atau tidak. Masalahnya, menurut dia, pihak pemenang tidak mampu melindungi demokrasi dan mempublikasikan pelanggaran HAM masa lalu.

Siapapun yang menang, konstitusi kita akan dilindungi, itu yang utama.

Selama ini Pak Melki mengaku ketiga pasangan calon presiden yang bersaing di Pilpres atau Pilpres sudah putus asa. Pilpres 2024. Ketiga pasangan tersebut, Anyus Basewedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo-Gibran, Ganjar Pranowo-Mahfoud M.

Ato Melki yang ditanya apakah calon pada tiga pemilu presiden tidak mewakili suara generasi muda demi melindungi demokrasi dan menyelesaikan pelanggaran HAM berat, mengatakan proses ini akan dilihat nanti. Biarkan masyarakat memberi penilaian. Ia mengatakan, yang harus menang bukanlah kandidatnya, melainkan demokrasi dan konstitusi.

Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming membesarkan Raka Aliansi Indonesia Maju Terdiri dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora, Partai Garda, Partai Prima, dan Partai Persatuan Indonesia. Mereka merupakan pasangan nomor urut 2 pada Pilpres 2024.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *