Di Jatim, Ganjar mengaku menang: ada kekuatan yang mengejar kami.

Uncategorized137 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Calon presiden Menghadiahkan Pranowo optimistis dirinya dan Mahfud Madi akan bernasib lebih baik di Jatim pada Pilpres atau Pilpres 2024. Ganjar mengaku ada pasangan yang saling kejar-kejaran. “Kita menang di sini karena apa yang kita lakukan. Kalau harus mengejar, pasti ada kekuatan yang mengejar kita,” kata Ganjar Kamis, 8 Februari 2024, usai mengikuti kampanye besar-besaran di Banyuwangi.

Meski demikian, Ganjar meyakini ada dukungan kuat dari masyarakat, khususnya civitas akademika. Menurut Ganjar, gerakan perguruan tinggi akan menunjukkan siapa yang benar dan salah dalam kontestasi ini.

“Ini menjadi pembelajaran tentang apa yang benar, apa yang salah, dan bagaimana demokrasi seharusnya berjalan,” kata Ganjar.

Direktur Kampanye Tim Pemenangan Nasional (TPN), Ganjar-Mahfud Mohammad Choirul Anam, mencalonkan calon wakil presidennya, Mahfud Md. Fokus pada peningkatan suara di Jawa Timur. Menurut Anam, masyarakat di sana akan merindukan Mahfud yang kini menjadi calon wakil presiden yang gagal di Pilpres 2024.

“Hal ini terlihat dari frekuensi kepulangan Prof Mahfud ke Jatim. Berdasarkan Jatim, masyarakat tidak hanya paham saat ini, tapi juga saat beliau tidak menjabat wakil presiden pada tahun 2019,” kata Anam. saat ditemui di kawasan Menteng pada Senin 5 Januari 2024.

Menurut Anam, saat Mahfud berkampanye di Jatim, dukungannya kuat karena jiwa politik masyarakat masih bergaung bahwa dirinya bukan wakil presiden pada 2019. Selain itu, Mahfud menciptakan jati diri Madura di Jatim.

“Kami sapa masyarakat Jatim, sinyalnya langsung kuat, bertemuAda lebih banyak lagi segera. “Profesor Mahfud adalah orang yang tidak meninggalkan budaya Jawa Timur, berani, berani, benar disebut benar, salah disebut salah dan bertanggung jawab,” kata Annam.

Baca Juga  Pelajari tentang gelar sarjana terapan, apa bedanya dengan sarjana?

Bukan hanya itu, tapi Mahfoud Meski gagal mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden pada 2019, Anam mengatakan selama menjabat Menko Polhukam, sentimen masyarakat semakin tumbuh dan semakin cerdas. Situasi ini menyebabkan masyarakat Jawa Timur kehilangan pejabat-pejabat berprestasi di daerahnya.

“Di beberapa daerah, kabupaten atau kota yang pasangan calon tertentu bekerja dengan dukungan sosial, kalau kita kembali, Profesor Mahfoud, sinyalnya akan kuat lagi,” kata Annam.

Survei Poltracking: Prabowo-Gibran Maju di Jatim

iklan

Berdasarkan hasil Survei Poltracking Indonesia, elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jawa Timur mencapai 60,1 persen. Sedangkan Ganjar Pranowo-Mahfud M hanya mendapat 17,2 persen dan Anis Basewedan-Muhaimin Iskandar 14,9 persen.

Di Jawa Timur, tren aktivitas elektoral Prabowo Subianto terus meningkat sejak Juni 2023. Terlihat peningkatan signifikan dari September 2023 hingga Januari 2024 (19,5 persen), di mana dalam kurun waktu tersebut, Prabowo Subianto dipastikan dikaitkan dengan Gibran Rakabuming. Raka.” Seperti dikutip Antara pada Selasa 6 Februari 2024, kata Poltracking Indonesia.

Poltracking Indonesia melakukan survei terhadap 8.000 responden di 11 daerah pemilihan DPR RI Jawa Timur (DAPIL) pada 25-31 Januari. Metode survei yang dilakukan adalah multistage random sampling dengan margin of error 1,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada setiap daerah pemilihan, kerangka pengambilan sampel akan mempertimbangkan keterwakilan seluruh kecamatan dalam daerah pemilihan tersebut, dengan mempertimbangkan besarnya Daftar Pemilih Tetap (DPT) di setiap kabupaten/kota.

Kajian bertajuk “Peta Suara Pemilu Presiden Berdasarkan Key States: Siapa Pemenangnya di Jawa Timur?” Ia mencontohkan, tren perolehan suara Anyus-Muhaimin stabil, sedangkan Ganjar-Mahfud menurun.

Kekuatan pemilih Prabowo-Gibran tersebar di pemilih di wilayah Arek, Mataraman, Tapal Kuda, dan Pantura. Sedangkan untuk dapil di wilayah Madura merupakan pertarungan antara Anis-Muhaimin dan Prabowo-Gibran.

Baca Juga  Pembunuh bayaran meninggal di Mangarai, CCTV: terkena batu dari JPO

ADIL AL HASAN, ANTARA

Pilihan Editor: TKN Prabowo-Gibran menolak akademisi terkemuka yang menyatakan sikap anti demokrasi.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *