Dampak kesehatan mental terhadap jalannya pengobatan kanker

Uncategorized251 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – kata Ika Sri Nurtantri, dokter spesialis kesehatan jiwa RS Fatmawati. Kesehatan mental Hal ini dapat mempengaruhi proses penyembuhan pasien kanker. Jika kondisi mental menurun maka daya tahan fisik pun menurun.

Sedangkan ketika seseorang mengidap penyakit kanker, maka di dalam tubuhnya harus ada tentara yang mampu melawan kanker tersebut. Jika imunitasnya berkurang tentu akan berdampak besar pada proses penyembuhan penyakit kanker tersebut, kata Ika saat ditemui. “Pentingnya Kesehatan Mental Bagi Penyintas Kanker” oleh Kementerian Kesehatan, Jumat 23 Februari 2024.

Jelaskan masing-masing Pasien kanker Mereka mempunyai kondisi pikiran yang berbeda. Jika kondisi kesehatannya sangat parah sehingga mengganggu fungsi atau aktivitas normal, diperlukan perawatan profesional. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana individu menyadari kemampuannya, mengatasi stresor kehidupan secara teratur, bekerja secara efektif dan berkontribusi pada masyarakatnya.

Ia menjelaskan, para penyintas kanker juga bisa mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan akibat trauma dan ketakutan atas pengalaman pengobatannya. Mereka takut kankernya kambuh lagi dan kemudian harus menjalani proses pengobatan lagi padahal proses pengobatan kankernya tidak mudah. Hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup para penyintas kanker.

Ia menjelaskan beberapa tahapan ketika orang mengetahui dirinya mengidapnya. Kanker. Penyangkalan pertama adalah mereka merasa gaya hidup mereka benar dan sehat serta tidak boleh sakit. Lalu ada fase tawar-menawar atau bargaining di mana mereka berusaha memanjakan diri dan memperbaiki gaya hidup.

Ika mengatakan saat perundingan, terkadang ada masyarakat yang harapan keselamatannya terpenuhi dan ada pula yang tidak. Jika tidak mendapatkan apa yang diharapkan, misalnya setelah berobat dalam waktu lama namun tidak membuahkan hasil, maka mereka akan marah atau disebut fase marah. Di sini pasien mulai menyalahkan orang lain seperti dokter, lingkungan, dll. Menurutnya, jika hal ini berkepanjangan dapat memperburuk kondisi penyakit kanker.

Baca Juga  Partai Demokrat berharap DPR AS akan meloloskan paket bantuan keamanan.

“Tapi ketika dia sudah bisa melewati tahapan-tahapan tersebut, akhirnya mulai terlihat aspek penerimaannya, dia mulai bisa menerimanya. Biasanya kalau lebih lama, selesai, tidak seburuk yang dia kira. Padahal aku’ Saya menderita kanker, masih baik-baik saja.

iklan

Pentingnya kegiatan spiritual
Menurut Ica, yang terpenting adalah memaknai proses penyembuhan secara positif. Proses penyembuhan perlu dilakukan dengan niat berjuang. Misalnya, seorang pasien yang sehat terlalu sibuk untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya. Namun, ia merasa sungguh bahagia bisa berkumpul bersama keluarga saat ia sakit.

Selain itu yang terpenting adalah melakukan kegiatan spiritual. Ika yakin dengan membangun hubungan dengan alam semesta, pasien akan semakin tertarik untuk hidup. Menurutnya, keajaiban terkadang muncul sehubungan dengan alam semesta.

“Jadi tidak apa-apa berharap, memang harapanlah yang membuat seseorang lebih bisa bertahan dalam menghadapi kesulitan hidup,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa dengan mendukung dan membantu pasien dan penyintas kanker, keluarga dan orang-orang di sekitar mereka dapat meningkatkan kesehatan mental mereka dan membantu mereka melakukan berbagai aktivitas yang mereka sukai. Ia yakin hal ini memungkinkan pasien atau penyintas untuk tetap positif dan produktif.

Pilihan Editor: Perbedaan Gejala ADHD pada Laki-Laki dan Perempuan, Mana yang Lebih Mengganggu?



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *