BI jabarkan 5 ramuan kebijakan 2024: Fokus penguatan nilai tukar rupee

Uncategorized149 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Bank Indonesia atau DUA Ia merancang arah bauran kebijakan pada tahun 2024. Gubernur BI Perry Wargio Bank sentral Indonesia mengatakan mereka memiliki lima “obat” untuk mendukung perekonomian Indonesia. Mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, serta ekonomi keuangan yang inklusif dan ramah lingkungan.

“Aku ingin kelimanya jamu Manis Kabah Tapi bersabarlah. Jelasnya, makroprudensial, sistem pembayaran, pendalaman pasar uang, dan ekonomi keuangan yang inklusif, masih akan menjadi obat yang manjur. “Jumlah tanaman manis akan terus kita perbanyak,” kata Perry dalam diskusi di kanal YouTube Infobank TV, Kamis, 1 Februari 2024 bertajuk “Stabilitas Moneter di Tengah Dinamika Perekonomian 2024.”

Sementara soal kebijakan moneter, kata Perry, harus bersabar. “Dia yang punya uang masih di sana. KemakmuranTapi bersabarlah. Mengapa kita masih mempertahankan suku bunga di 6 persen? Kami fokus pada stabilisasi dan penguatan nilai tukar.

Ia menambahkan BE terus berinovasi untuk lebih mengembangkan pasar. seperti Surat Berharga Bank Indonesia Rupiah (SRBI), melalui Surat Berharga Devisa Bank Indonesia (SVBI). Jadi ada banyak pilihan untuk berinvestasi. “Kami menawarkan lebih banyak fleksibilitas untuk membuat keputusan yang lebih baik. Semakin banyak keranjang yang Anda masukkan, semakin aman,” katanya.

Pada dasarnya ada lima poin penting dalam kebijakan moneter BI. Dorong dulu suku bunga Mencapai sasaran inflasi sebesar 2,5% ± 1% pada tahun 2024 dan 2025; Kedua, stabilisasi nilai tukar Rupee.

iklan

Ketiga, memfasilitasi SRBI dan menerbitkan sukuk valas SVBI dan BI untuk pendalaman pasar uang. Keempat, meningkatkan cadangan devisa dan memperluas penerimaan devisa dari ekspor sumber daya alam. Yang terakhir adalah koefisien pengendalian inflasi.

Baca Juga  Sebuah keluarga di Bogor ditangkap polisi karena melubangi pipa air bersih PDM.

Sementara dengan kebijakan makroprudensial, rasionya mengalami pelonggaran. Pinjaman untuk nilai/Keuangan untuk menilai Pinjaman/pembiayaan properti. Kemudian, kebijakan stimulus likuiditas, pelonggaran likuiditas dan penguatan pemantauan sistematis terhadap penyaluran kredit/pembiayaan dan ketahanan perbankan. “Stimulus likuiditas kita Rp165 triliun, kita lanjutkan dan gerakkan, sektor mana yang harus didorong,” kata Perry.

Kemudian dari sisi kebijakan sistem pembayaran, BI memiliki empat tingkatan. Mulai dari peningkatan efisiensi QRIS hingga efisiensi kartu kredit Indonesia untuk sektor pemerintahan, pengembangan sistem pembayaran ritel, perluasan kerja sama internasional untuk sistem pembayaran instan QRIS dan BI. “Kami memperluas QRIS dan kartu kredit Indonesia milik kementerian pemerintah. Elektronikisasi bansos akan terus kami lakukan. Infrastruktur sistem pembayaran perlu diperluas,” ujarnya.

Pilihan EditorBos BI memperkirakan suku bunga AS akan diturunkan sebesar 75 basis poin pada tahun 2024



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *