Bagaimana memprediksi prestasi siswa melalui pola asuh dan gaya mengajar

Uncategorized154 Dilihat

TEMPO.CO, JakartaPenelitian Pendidikan Hindu Internasional Ia menerbitkan jurnal tentang variabel-variabel yang membentuk keberhasilan akademik siswa di sekolah. Penelitian menemukan bahwa metode mengajar guru berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar siswa. Ditemukan pula bahwa pola asuh ibu mempunyai dampak yang lebih besar dalam meningkatkan prestasi anak dibandingkan pola asuh ayah.

Penelitian tersebut diberi judul. “Memprediksi prestasi akademik siswa melalui gaya mengajar dan pola asuh: Efikasi diri sebagai mediator.” dan diterbitkan di HinduCom 29 Januari 2024 Penelitinya adalah Marwa Nasir Alraji dan Saeed Suleiman Aldhafri dari Universitas Sultan Qaboos, Oman.

Marwa dan Saeed memaparkan konsep diri siswa yang mempengaruhi prestasi akademik sebelum membahas variabel terkait gaya mengajar guru dan gaya pengasuhan orang tua. Menurut mereka, konsep diri merupakan akumulasi pengetahuan tentang diri peserta didik. Misalnya, kebencian pada diri sendiri sama dengan konsep negatif. Sedangkan konsep diri positif merupakan proses penerimaan diri siswa. Nah, wawasan kali ini difokuskan pada pelajaran matematika.

Kedua peneliti memulai dengan membuka kuesioner terhadap tiga gaya pengasuhan. Di antaranya melihat gaya pengasuhan yang otoriter atau demokratis, otoriter, dan permisif. Pada setiap item pertanyaan, anak diharuskan membuat penilaian terpisah untuk ayah dan ibu. Indikator yang sama ditanyakan kepada setiap orang tua anak sebanyak 20 item kuesioner.

Marwa dan Seid menulis dalam jurnalnya pada Rabu 21 Februari 2024, “Contoh variabel pertanyaan adalah orang tua otoriter yang menunggu saya tanpa berdiskusi.” Untuk menjelaskan alasan mengendalikan perilaku.

Sebaliknya, orang tua yang permisif menganggap anak membutuhkan kebebasan untuk melakukan apa pun yang diinginkannya, meski bertentangan dengan keinginan orang tuanya. Tes ini diberikan kepada ayah dan ibu yang demokratis, ayah yang otoriter, dan ibu yang menuntut. Cara yang sama juga berlaku pada tipe guru ketika mengajar siswa.

Baca Juga  Diriah E-Prix: Jake Dennis kembali naik podium dan menjadi yang tercepat dalam balapan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara statistik, gaya pengasuhan ibu yang demokratis dan permisif secara tidak langsung dapat memprediksi prestasi matematika siswa melalui konsepsi matematikanya. Oleh karena itu, prestasi siswa meningkat secara langsung. Persepsi siswa terhadap orang tua yang berwibawa lebih positif dibandingkan dengan hubungan “sepihak” dengan orang tua yang otoriter.

Kesimpulannya, ibu nampaknya lebih dipengaruhi oleh gaya pengasuhan mereka dibandingkan ayah dan guru. Terbukti mempengaruhi hasil belajar siswa melalui berbagai gaya mengajarnya. Hal ini sesuai dengan temuan penelitian sebelumnya bahwa ibu demokratis di Iran memiliki gaya pengasuhan yang mempengaruhi prestasi remaja perempuan.

Bukti kumulatif mengenai pengaruh gaya pengasuhan terhadap kemanjuran siswa harus mendorong para pendidik untuk merancang program dan intervensi pengasuhan yang mendorong demokrasi daripada gaya pengasuhan yang permisif. Selain itu, guru sekolah harus dilatih melalui program persiapan guru dan lokakarya untuk mengadopsi gaya mengajar yang lebih demokratis.

Baca: Studi baru menunjukkan dampak TikTok terhadap kesejahteraan mental kaum muda

Jurnal: Strategi pengajaran dan pengasuhan yang memprediksi prestasi akademik siswa: Efikasi diri sebagai mediator



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *