Atas nama Suara Sampah, Zainal Arifin Mochtar: Saya dituduh komunis, PDIP, dan PKS.

Uncategorized18 Dilihat

TEMPO.CO, Yogyakarta – Pengacara dan Ketua Departemen Hukum Tata Negara UGM Zainal Arifin Mokhtar Ia bercerita tentang serangkaian tuntutan hukum yang ia terima setelah ikut serta dalam pembuatan film dokumenter. Suara kotor Film yang tayang pada Minggu, 11 Februari 2024 ini bertepatan dengan masa senyap kampanye pemilu 2024, sehingga Yuseng sapaan akrabnya pun tak luput dari tudingan terus-menerus dari warganet.

6 dakwaan diterima Zainal Arifin Muchtar

Enam hal (tuduhan) yang saya lihat dari Tik Tok ada pada diri saya, kata Zainal saat diskusi film kecurangan pemilu di Fisipol UGM, Selasa, 13 Februari 2024. Kelompok kiri atau komunis. Namun, ada juga yang menyebut dirinya bagian dari kelompok ekstremis.

Ketiga, ada yang menyebut saya orang PDI Perjunga padahal satu-satunya jersey merah (kaos klub basket) yang saya miliki adalah milik Chicago Bulls. “Pakaiannya kebanyakan hitam atau biru tua, saya tidak punya baju merah. AC Milan punya, tapi merah dan hitam, bukan merah penuh.”

Keempat, yang lebih konyol lagi, mereka menuding Zainal sebagai kader PKS. Meski tuduhan PKS yang saya lihat kebanyakan ditujukan kepada Feri (Feri Amsari – cowok lain di Dirty Vote), mungkin karena Feri punya janggut yang lebih panjang.

Tak sampai di situ, para pemain dan kru film arahan Dandi Lacsono itu dituding sebagai anak buah Mahfud MD, mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan sekaligus Calon Wakil Presiden Nomor Urut 03. Alasannya hanya karena dia terlibat dalam kelompok reformasi hukum.

“Sekarang saya bisa menyebutkan nama-nama kelompok reformasi hukum yang (pendukung capres) 02 (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka), nyatanya mereka pembela habis-habisan 02,” kata Zainal enggan memberi keterangan. Namanya. “Jadi kalau logikanya hanya karena diajak masuk tim, jadi bagian Mahfud, menurut saya itu keterlaluan,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi akan memeriksa kembali Firli Bahuri terkait kasus tindak pidana ringan terhadap Siyarul Yasin Limpo.

Mahfud disebut sebagai anak kandung MD

iklan

Menurut Zainal, tuduhan keenam justru lebih keterlaluan. Ia juga dituding sebagai adik dari Mahfud MD. “Tuduhan terbaru ini adalah yang paling tidak biasa, karena saya diduga adalah adik, angkat, atau ipar Pak Mahfoud,” ujarnya.

Hal ini mendorongnya untuk menghadap putra Mahfud. “Sampai saya bilang ke dosen hukum Fakultas UGM yang merupakan anak Pak Mahfoud, saya bilang, ‘Saya keluargamu,’” kata Zainal.

Film Suara kotor Tiga pengacara konstitusi, Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mokhtar, dan Feri Amsari turut serta. Ketiganya telah banyak memberikan informasi dan merinci pelanggaran hukum pada pemilu 2024.

Pilihan Redaksi: Film Bersuara Kotor Tembus 13 Juta Penonton, Dandy Lacsono Jawab Pertanyaan Masyarakat



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *