Asosiasi Serat dan Benang Filamen mendukung kebebasan impor MEG, mendukung industri dalam negeri

Uncategorized48 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Majelis Umum Persatuan Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia Redma Gita Wiraswata menyambut baik keputusan pemerintah yang melarang impor produk Mono Ethylene Glycol (MEG). Kementerian Perdagangan diterbitkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 3 Tahun 2024 tanggal 7 Maret 2024 dan Peraturan ini akan mulai berlaku mulai 10 Maret 2024. Aturannya akan diperbaiki Tentang Permendag 36/2023 Kebijakan dan peraturan yang membatasi impor MEG, bahan baku industri plastik dan tekstil.

Redma mengatakan kepada Tempo pada Selasa, 12 Maret 2024, “Ini adalah inisiatif reformasi daerah aliran sungai (DAS) yang bersifat top-down seperti yang diperintahkan Presiden Joko Widodo agar kita mengurangi ketergantungan kita pada impor bahan habis pakai dan bahan baku.

Menurut Redma, Permendag 36/2024 sebenarnya tidak melarang masuknya MEG. Pemerintah masih memperbolehkan impor bahan baku tersebut namun dengan batasan tertentu. Salah satunya terkait pelabuhan bongkar muat barang impor. Kontrol impor MEG primer Pasang batasnya Itu telah berubah batasan. Pelabuhan bongkar muat hanya sebatas Tanjung Priok, Jakarta. Padahal fasilitas impor MEG hanya di Pelabuhan Merak, Banten.

MEG sebenarnya dikembangkan secara lokal. Namun produsennya hanya Polychem Indonesia. Meski kebutuhan industri pengguna MEG mencapai 600 ribu ton per tahun, namun kapasitas produksi nasional hanya 200.000 ton per tahun. MEG lokal juga lebih mahal.

iklan

“Perbandingan harga 35 persen. Sangat besar. “Misalnya, harga MEG $550 per ton di bulan Februari, yaitu sekitar $700 di wilayah tersebut. Jadi harganya sangat tinggi,” katanya.

Sebelumnya, Arif Sulistio, Direktur Pendapatan Kementerian Perdagangan, mengatakan pengecualian tersebut diharapkan dapat membantu industri yang menggunakan bahan baku plastik dan mendapatkan bahan baku MEG. Menurut dia, perlu adanya perubahan kebijakan karena industri sejenis di dalam negeri belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan dalam negeri. Aturan perdagangan tersebut dikeluarkan setelah Kementerian Perdagangan mendapat masukan dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN), beberapa asosiasi perdagangan seperti Asosiasi Produsen Serat Sintetis Indonesia, Asosiasi Plastik Hilir Indonesia, Rotochemas Indonesia, Indonesia Biaxial Oriented. Asosiasi Film dan Asosiasi Importir Nasional Seluruh Indonesia.

Baca Juga  Kengerian dua remaja, bagian dari tahap perkembangan



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *