Arab Saudi Bunuh Ratusan Migran Ethiopia di Perbatasan

Tak Berkategori189 Dilihat

Senin, 21 Agustus 2023 – 16:50 WIB

VIVA Dunia – Pasukan perbatasan Saudi telah membunuh ratusan migran dari Ethiopia yang mencoba menyeberang ke kerajaan Arab Saudi dari Yaman selama 18 bulan terakhir, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch.

Baca Juga :

Heboh Pedagang di Arab Saudi Fasih Bahasa Indonesia, Teriak Nama-nama Capres

Human Rights Watch yang berkantor di New York menuduh dalam laporan setebal 73 halaman bahwa pasukan keamanan “menembakkan senjata peledak” ke arah para migran dan bahkan dalam beberapa kasus menanyakan anggota tubuh mana yang mereka pilih untuk ditembak.

“Pejabat Saudi membunuh ratusan migran dan pencari suaka di daerah perbatasan terpencil ini di luar pandangan dunia,” kata Nadia Hardman, peneliti hak pengungsi dan migran di HRW. “Penjaga perbatasan Saudi tahu atau seharusnya tahu bahwa mereka menembaki warga sipil yang tidak bersenjata,” lanjutnya, mengutip Financial Times, dilansir Senin, 21 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Kata Kemnaker soal Penggeledahan

VIVA Militer: Pasukan keamanan Kerajaan Arab Saudi.

Arab Saudi adalah rumah bagi ratusan ribu pekerja Ethiopia. Sementara banyak yang bermigrasi karena alasan ekonomi, banyak yang melarikan diri karena pelanggaran hak asasi manusia oleh pemerintah mereka, termasuk selama konflik bersenjata baru-baru ini di Ethiopia utara, menurut HRW. Migran dan pencari suaka dari negara itu selama beberapa dekade menggunakan rute dari Teluk Aden, melalui Yaman dan ke Arab Saudi, kata kelompok itu.

Baca Juga :

Tolak Tawaran Arab Saudi, Theo Walcott Resmi Pensiun

Tuduhan dalam laporan HRW akan menambah pengawasan pada catatan hak asasi manusia Riyadh pada saat Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang kini memimpin kerajaan, semakin disambut kembali ke dunia internasional lima tahun setelah agen Saudi membunuh veteran Jurnalis Jamal Khashoggi.

Badan intelijen AS menyimpulkan bahwa Pangeran Mohammed pasti telah mengesahkan operasi 2018 untuk menangkap atau membunuh Khashoggi ketika jurnalis tersebut mengunjungi konsulat Saudi di Istanbul. Putra mahkota membantah terlibat dan Riyadh menyalahkan pembunuhan itu atas operasi nakal.

Halaman Selanjutnya

Namun dalam beberapa tahun terakhir, para pemimpin Barat telah terlibat dengan Arab Saudi saat mereka mencari kerja sama kerajaan dalam berbagai masalah mulai dari stabilitas energi hingga kebijakan regional dan perang Rusia di Ukraina.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *