Akademisi dari berbagai kampus santer mengkritik, Jokowi: Hak Demokratis.

Uncategorized300 Dilihat

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo alias Jokowi Menanggapi banyak kritik Komunitas pendidikan Bermacam-macam Kampus untuk dirinya sendiri. Jokowi mengatakan setiap orang berhak mengutarakan pendapatnya.

Ya, itu hak demokrasi, kata Jokowi dalam video keterangan Sekretariat Presiden, Sabtu, 3 Februari 2024, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Diketahui, akademisi dan mahasiswa dari berbagai kampus di tanah air mengkritik Jokowi setelah presiden mengatakan ia dapat mendukung partainya dan berkampanye dalam pemilu.

Menurut Gibran Rakabuming Raka, ayah calon wakil presiden, pernyataan para ulama tetap patut diapresiasi sebagai kritik. “Itu harus kita hormati,” kata Jokowi.

Namun, selain menyatakan kritik adalah hak demokrasi yang patut dihormati, Jokowi tak berkomentar lebih jauh. Saya tidak menyangkal atau membahas isi kritik yang dilontarkan guru dan siswa. Jawaban singkat dan formal hanya dilontarkan Jokowi dalam jumpa pers di Kabupaten Bandung.

Beberapa akademisi kampus sebelumnya, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Andalus (Unand), dan Universitas Indonesia (UI) sempat melontarkan kritik. pemerintahan Jokowi.

Mereka telah mengajukan petisi kepada beberapa pengurus daerah di berbagai tingkatan yang menyatakan keprihatinan mendalam atas penyimpangan prinsip demokrasi, demokrasi, dan keadilan sosial.

iklan

Sejauh ini, beberapa kampus lain sudah mengumumkan sikap yang mengkritik pandangan Jokowi. Terbaru, Sivitas Akademika Universitas Padjajaran (Unpad) mengutarakan kritiknya pada Sabtu 3 Februari 2024. Pada Senin, 5 Februari, Universitas Erlanga juga disebut-sebut akan memberikan pernyataan terkait masalah tersebut.

Meski tak panjang lebar ditanggapi Jokowi, pihak Istana menyebut ada upaya mengoordinasikan narasi politik tertentu untuk keperluan pemilu melalui pernyataan beberapa kampus.

Taktik politik parsial seperti itu sah-sah saja dalam kontestasi politik, kata Ari Dwipayana, Koordinator Staf Khusus Presiden, dalam pesan singkat, Jumat, 2 Februari 2024.

Baca Juga  Ada Takjil, Putu Mangkok dan Barongko yang umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Pilihan Redaksi: Puan dan Ganjar menyikapi gelombang imbauan dari kampus jelang Pilpres

Sultan Abdurrahman Uni Rahmawati | DANIEL A FAJRI



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *