Kerjasama Internasional, Kabupaten Minut Dukung Pengelolaan Sampah Modern di Kepulauan

Uncategorized25 Dilihat

Faktadigital.com, Minut – Presentasi proyek Sustainable Community Development Based on Circular Waste Management in Island Areas of North Minahasa, di hadapan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Sefferson Sumampouw, mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Utara memaparkan konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang akan dikembangkan di Pulau Mantehage dan Pulau Nain.

Dalam rapat pembahasan tindak lanjut proyek Official Development Assistance (ODA) yang dilaksanakan secara daring tersebut, tidak hanya untuk menyelesaikan persoalan sampah di wilayah kepulauan, tetapi juga diintegrasikan dengan pengembangan ekowisata sebagai bagian dari upaya mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Utara.

Rapat tersebut difasilitasi oleh Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup.

Ivent berskala internasional tersebut, dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara Jein Barantian, Dinas Lingkungan Hidup Minut, Bappeda, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Minut.

Dalam presentasinya, Sefferson Sumampouw menjelaskan bahwa Pulau Mantehage dan Pulau Nain merupakan wilayah strategis yang memiliki potensi wisata bahari dan ekowisata yang sangat besar karena berada di kawasan penyangga Taman Nasional Bunaken.

“Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir dan kepulauan,” ungkap Sumampow.

Proyek ini tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minut Jein Barantian, dalam pemaparannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan proyek tersebut.

“Keberhasilan pembangunan pariwisata sangat bergantung pada kualitas lingkungan. Karena itu, Dinas Pariwisata siap berkolaborasi dengan seluruh perangkat daerah, pemerintah pusat, masyarakat, dan mitra pembangunan internasional untuk mendukung implementasi proyek ini. Kami optimistis program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Pulau Mantehage dan Pulau Nain serta memperkuat citra Minahasa Utara sebagai destinasi wisata bahari yang bersih, lestari, dan berkelas dunia,” kata Barantian.

Inisiatif kerja sama internasional ini juga tidak terlepas dari peran aktif Bupati Minahasa Utara, Dr.Joune James Esau Ganda, dalam jejaring pemerintahan daerah tingkat global.

Sebagai anggota Executive Bureau United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC), Bupati Joune Ganda terus mendorong perluasan kemitraan internasional yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di bidang lingkungan hidup, pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan pariwisata berkelanjutan.

“Proyek ini diharapkan memperoleh dukungan dan pendanaan sehingga mampu mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, serta mendukung pengembangan ekowisata di Pulau Mantehage dan Pulau Nain sebagai bagian dari kawasan pariwisata unggulan Sulawesi Utara,” ujar Bupati.

(D)