Antisipasi Ancaman El Nino, Ini Strategi dan Instruksi Bupati Joune Ganda

Uncategorized21 Dilihat

Faktadigital.com, Minut – Mitigasi adalah kunci dalam mengantisipasi peringatan global terkait ancaman gelombang El Nino 2026.

Hal ini ditegaskan Bupati Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda yang langsung bergerak cepat mengambil langkah preventif menyusul adanya peringatan tersebut.

Seluruh jajaran birokrasi, mulai dari tingkat dinas, kecamatan, hingga kepala desa (hukum tua), diinstruksikan segera menyusun peta mitigasi guna mengantisipasi krisis pangan dan kelangkaan air bersih.

​”Ini alarm dan Kita harus bersiap menghadapi potensi dampak terburuk di lapangan. Jangan meremehkan situasi dan belajar dari dampak El Nino periode 2023–2024 silam yang memicu inflasi akibat gagal panen,”tegas Bupati JG.

Ada 4 sektor yang diingatkan Bupati sebagai fokus proteksi jajaran Pemkab Minut yakni:

•​Ketahanan Sektor Agraria: Memastikan pasokan air ke lahan pertanian produktif tetap terjaga guna menghindari risiko puso.

•​Ketersediaan Air Bersih: Menugaskan PDAM dan BPBD untuk memetakan serta memasok air ke wilayah-wilayah rawan kekeringan.

•​Pencegahan Karhutla: Meningkatkan pengawasan intensif terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan perbukitan dan perkebunan.

•​Sektor Perikanan dan Kesehatan: Memitigasi dampak perubahan suhu laut terhadap nelayan sekaligus mempersiapkan fasilitas medis hadapi gelombang panas.

​Lebih lanjut, Joune meminta Dinas Pertanian, Dinas Pangan, bersama otoritas kecamatan dan desa untuk aktif turun ke lapangan guna mengedukasi para petani mengenai pola tanam yang adaptif terhadap cuaca ekstrem.

​Guna memastikan ketepatan langkah di lapangan, Pemkab Minut kini memperketat koordinasi secara berkala dengan pihak BMKG untuk memantau pergerakan dinamika cuaca secara real-time.

​”Mitigasi sejak dini adalah kunci. Fokus utama kita adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dan stabilitas ekonomi daerah tetap kokoh di tengah tantangan iklim global ini,” pungkasnya.

Adapun rilis data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) per Juni 2026, yang memproyeksikan lonjakan probabilitas kemunculan cuaca ekstrem tersebut hingga 90 persen menjelang akhir tahun.

(D)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *